KIM Tangguh Mentaos Ikuti FGD Pemanfaatan AI untuk Dunia Broadcasting

  • Jun 09, 2026
  • Abdul Karim
  • Literasi

Mentaos-Tangguh (9/6/26) Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh Kelurahan Mentaos turut ambil bagian dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertema Membedah Peluang dan Batasan Artificial Intelligence (AI) di Ruang Redaksi dan Studio untuk Program Siaran yang Berkualitas yang diselenggarakan oleh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah Kalimantan Selatan.

Kegiatan yang berlangsung di Radio Republik Indonesia tersebut dihadiri oleh berbagai praktisi penyiaran dari Kalimantan Selatan, termasuk pengelola radio konvensional, radio komunitas, radio streaming, serta akademisi dari sejumlah perguruan tinggi.

Dalam kegiatan ini, KIM Tangguh hadir bersama Radio Tunanetra Indonesia sebagai penyelenggara radio streaming yang selama ini aktif mengembangkan penyebaran informasi dan literasi digital kepada masyarakat.

FGD menghadirkan narasumber dari Komisi Penyiaran Indonesia, yaitu Wakil Ketua KPI Dr. Mohamad Reza, M.Ikom yang datang langsung dari Jakarta. Dalam paparannya disampaikan bahwa perkembangan teknologi kecerdasan buatan telah membawa perubahan besar dalam industri penyiaran, mulai dari proses produksi konten, penyuntingan audio dan video, analisis preferensi audiens, hingga penyajian informasi yang lebih cepat dan efektif.

Meski demikian, pemanfaatan AI juga menimbulkan berbagai tantangan baru, terutama terkait akurasi informasi, etika penyiaran, perlindungan data pribadi, serta potensi penyebaran konten yang menyesatkan apabila tidak diawasi dengan baik. Oleh karena itu, insan penyiaran dituntut untuk mampu memanfaatkan teknologi AI secara bijaksana tanpa mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik dan regulasi penyiaran yang berlaku.

Bagi KIM Tangguh Mentaos, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperluas wawasan mengenai transformasi digital di bidang komunikasi publik. Sebagai komunitas yang mengelola berbagai kanal informasi seperti website, media sosial, podcast, dan radio streaming, pemahaman terhadap teknologi AI menjadi kebutuhan yang semakin relevan dalam mendukung penyebaran informasi yang cepat, akurat, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Diskusi yang berlangsung interaktif tersebut juga mempertemukan unsur regulator, akademisi, dan praktisi penyiaran sehingga menghasilkan berbagai masukan mengenai masa depan dunia broadcasting di tengah derasnya arus konvergensi teknologi informasi. Kehadiran AI dipandang bukan sebagai pengganti manusia, melainkan sebagai alat bantu yang dapat meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan efektivitas kerja penyiaran apabila digunakan secara bertanggung jawab.

Melalui partisipasi dalam FGD ini, KIM Tangguh Mentaos berharap dapat terus meningkatkan kapasitas pengurus dalam menghadapi perkembangan teknologi komunikasi, sekaligus mendukung terciptanya ekosistem informasi yang sehat, cerdas, dan beretika di era digital.

Ketua KIM Tangguh Dr. Abdul Karim, SH M.IKom dalam forum diskusi tersebut menyampaikan perlunya regulasi yang dapat mengakomodasi semua kepentingan, lebih-lebih dalam era konvergensi teknologi dimana batasan antarplatform sudah sangat kabur.  Radio sebagai sarana komunikasi punya kemampuan untuk membentuk opini publik, demikian pula berbagai media lainnya yang kini memenuhi internet publik. Regulasi itu penting agar cabang produksi penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak seperti frekwensi radio dan internet itu harus tetap dalam kontrol dan kendali dari negara.

Ketua KIM menambahkan bahwa kebebasan berekspressi yang juga dijamin oleh undang undang jangan sampai lepas kendali memenuhi jagat internet dengan konten-konten yang negatif. Perlu ada regulasi terpadu di tengah chaos dunia penyiaran akibat teknologi yang sangat cepat berubah, agar semua elemen, aspirasi dan berbagai kepentingan ekonomi  bisa bergerak bersama secara harmoni.

Sigit Kurniawan dari Radio Tunanetra Indonesia Banjarbaru yang juga hadir dalam FGD menyampaikan rasa senang karena telah mendapat tambahan wawasan di bidang broadcasting yang disampaikan para narsum dan para peserta diskusi. 

Keterangan Foto : (Atas) Peserta FGD dari Radio Abdi Persada Banjarbaru. (bawah) Ketua KIM Tangguh dan Ketua RTI