Interview dengan Ketua Palapa Recue : “Jadi Relawan Panggilan Jiwa”
- Jul 19, 2025
- Abdul Karim
- Aspirasi
Mentaos-Tangguh (20/7/25) Menjadi relawan pemadam kebakaran dan berbagai aksi penanggulangan bencana adalah pekerjaan berisiko tinggi. Aktivitas memadamkan api, menjinakkan binatang, memasuki wilayah banjir untuk mengevakuasi korban dan lain sebagaimana adalah keseharian para relawan. Tidak banyak orang yang bersedia secara sukarela memilih aktivitas itu. Karena dalam aktivitas itu tidak menutup kemungkinan para relawan yang ingin membantu korban justru akan jadi korban. Sudah cukup banyak kerjadian musibah yang menimpa relawan saat bertugas. Hal ini terungkap dalam wawancara KIMPOD dengan Ketua Relawan Palapa Rescue Denny Fauzan.
Denny mengakui pekerjaan relawan ini sangat menyenangkan, tak bedanya dengan sebuah hobby. “Setiap kami menerima informasi kejadian musibah, andrinaline kami melonjak”. Kata Denny. Antusiasme untuk membantu korban melahirkan sebuah totalitas, memang sulit dijelaskan dengan kata-kata. “kami bergegas menuju lokasi dengan meninggalkan pekerjaan apapun yang sedang dikerjakan”. kata Denny.
Sebagai perkumpulan berbasis anggota, Relawan Palapa Rescue tergabung dalam koordinasi Banjarbaru Rescue (Bares). Menurut Denny ada sekitar 37 kelompok relawan yang ada di Banjarbaru yang kesemuanya berbasis masyarakat. Para kru relawan sering mendapat pelatihan dari Pemerintah guna meningkatkan skill.
Soal dana operasional rescue Denny enggan mengungkap, hanya berharap ada donatur yang terketuk hatinya untuk membantu melengkap peralatan rescue. Sementara ini, kebutuhan dana dipenuhi secara urunan oleh anggota pengurus. Baru baru ini Pengurus Rescue urunan untuk membayar biaya pembuatan akta pendirian perkumpulan.
“Kami para kru Palapa Rescue lapangan sebanyak 5 orang, secara kebetulan bertemu dan memiliki visi yang sama di bidang sosial ini”. Kekompakan kami terbentuk dari visi yang sama. Kami sadar pekerjaan ini berisiko tinggi dan tak ada duitnya. Bahkan kami mereguh kocek sendiri untuk membiayai Rescue. Tapi kami memilih menjadi relawan karena panggilan jiwa”. Demikian Denny Fauzan menutup perbincangan.

Foto : Denny Fauzan (kanan) bersama Asmujianto Kasipem Kelurahan Mentaos