Posyandu Kejora, Tak Ada Indikasi Stunting

  • Mar 16, 2026
  • Abdul Karim
  • Literasi

Mentaos-Tangguh (16/3/26) – Kabar menggembirakan datang dari kegiatan pelayanan kesehatan masyarakat di Posyandu Kejora RT IV Kelurahan Mentaos, Kota Banjarbaru. Berdasarkan hasil pemantauan pertumbuhan balita yang dilakukan secara rutin, tidak ditemukan indikasi stunting pada anak-anak yang terdaftar dan aktif mengikuti kegiatan Posyandu. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Posyandu Kejora, Drs. Baseran Abdul Djebar, saat menerima kunjungan liputan dari jurnalis KIM Tangguh.

Menurut beliau, sekitar 40-an balita secara rutin mengikuti kegiatan penimbangan dan pemantauan tumbuh kembang di Posyandu Kejora. Dari hasil pemantauan tersebut, seluruh balita menunjukkan pertumbuhan yang baik.

“Alhamdulillah, dari sekitar empat puluh lebih balita yang rutin datang menimbang badan di Posyandu Kejora, sampai saat ini tidak ada yang terindikasi stunting,” ungkapnya.

Kegiatan Posyandu di lingkungan RT IV Mentaos tidak hanya berfokus pada penimbangan berat badan, tetapi juga mencakup berbagai layanan kesehatan dasar bagi ibu dan anak. Para kader Posyandu bersama tenaga kesehatan melakukan pemantauan pertumbuhan balita, memberikan penyuluhan gizi, serta memastikan anak-anak mendapatkan imunisasi sesuai jadwal.

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif para kader Posyandu dan kesadaran orang tua untuk rutin membawa anak mereka mengikuti kegiatan pemantauan kesehatan.

Ketua Posyandu juga menekankan pentingnya keterlibatan keluarga dalam menjaga kesehatan dan gizi anak. Menurutnya, pola makan yang seimbang, kebersihan lingkungan, serta perhatian orang tua terhadap tumbuh kembang anak menjadi faktor penting dalam mencegah stunting.

“Peran orang tua sangat menentukan. Jika anak mendapatkan asupan gizi yang cukup dan rutin dipantau kesehatannya, maka risiko stunting dapat dicegah,” jelasnya.

Kegiatan Posyandu sendiri merupakan salah satu program kesehatan masyarakat yang memiliki peran strategis dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Melalui Posyandu, kondisi kesehatan anak dapat dipantau secara berkala sehingga berbagai potensi masalah gizi dapat dideteksi lebih awal.

Capaian Posyandu Kejora ini menjadi contoh positif bagaimana sinergi antara kader kesehatan, orang tua, dan masyarakat dapat menghasilkan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.

Ke depan, diharapkan kegiatan Posyandu terus mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat agar upaya menjaga kesehatan generasi muda dapat berjalan secara berkelanjutan.

Melalui perhatian bersama terhadap kesehatan anak sejak dini, masyarakat turut berkontribusi dalam membangun generasi yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas di masa depan.

Pak Baseran menambahkan bahwa Posyandu Kejora merupakan Posyandu ILP yang juga melayani seluruh siklus usia, mulai Balita, Remaja, Dewasa hingga Lansia. Namun untuk kunjungan Lansia masih membutuhkan dorongan dan motivasi agar lebih rajin datang ke Posyandu yang buka sekali sebulan. “Diteksi dini penyakit sangat penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang, mari kita maksimalkan layanan gratis yang tersedia ini”, demikian Pak Baseran.