Safari Forkohat ke Kecamatan dan Kelurahan
- May 07, 2026
- Abdul Karim
- Kesehatan
Mentaos-Tangguh (7/5/26) Menyusul surat Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor KL.01.05/C/2163/2026 tanggal 23 April 2026, Forkohat Banjarbaru bersama Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru bergerak untuk melengkapi data yang diperlukan dalam rangka penginputan ke dalam aplikasi Kabupaten Kota Sehat. Ketua Forkohat Banjarbaru Ir. Ismet Aliuddin menyampaikan bahwa kegiatan penilaian kota sehat secara nasional dilakukan setiap dua tahun (tahun ganjil), namun untuk tahun 2027 mendatang, Pusat meminta input data lebih cepat. Itulah sebabnya Forkohat harus bergerak cepat turun ke lokasi-lokasi sumber data, antara lain SKPD, Kecamatan, dan Kelurahan.
Nopy Faisal Anggota Forkohat Banjarbaru menyampaikan kepada KIM Tangguh bahwa data Kota Sehat harus terkumpul paling lambat 15 Mei 2026. Data dimaksud berupa laporan kegiatan yang meliputi 9 tatanan Kota Sehat tahun 2025 dan 2024.
Tahun 2025 Kota Banjarbaru dinyatakan sebagai Kota Sehat dengan kategori Swasti Saba Wiwerda yang ditetapkan oleh Menteri Kesehatan Republik Indonesia dengan SK Nomor HK.01.07/Menkes/1125/2025 tanggal 28 Nopember 2025. Perlu diketahui bahwa tingkatan Kota Sehat ada 4 yaitu Padapa, Wiwerda, Wistara, dan Wistara Paripurna.
Kegiatan silaturahmi Forkohat Kota kepada Forkohat Kecamatan dan Kelurahan ini adalah program rutin dalam upaya koordinasi, evaluasi, dan verifikasi kegiatan 9 tatanan Kota Sehat yang terlebur dalam kegiatan pembangunan sektor-sektor di satuan-satuan kerja. Pembangunan kota sehat pada dasarnya bukan pekerjaan sesaat menjelang penilaian. Ia merupakan proses panjang yang membutuhkan konsistensi, sinergi, dan keteladanan bersama. Semakin baik koordinasi antar unsur pemerintah dan masyarakat, maka semakin besar pula peluang Banjarbaru mempertahankan bahkan meningkatkan prestasi pada penilaian Kabupaten/Kota Sehat tahun 2027, dari Wiwerda ke Wistara.
Keterangan : Foto Lurah Sungai Tiung (Fitriyadi) bersama Tim Forkohat Banjarbaru