Ayo Gotong Royong Lagi

  • Jan 19, 2026
  • Abdul Karim
  • Info Umum

Mentaos-Tangguh (19/1/26) Gotong Royong adalah budaya paling asli Indonesia.  Di depan sidang BPUPKI Ir. Soekarno menyampaikan : "Jika saya peras lagi menjadi satu, maka dapatlah satu perkataan Indonesia yang tulen, yaitu gotong royong.”  Perkataan Soekarno ini dalam konteks menjelaskan falsafah Pancasila.  Dalam praktik sosial bangsa Indonesia, termasuk di Kelurahan Mentaos, semangat gotong royong itu tergambar dalam banyak aktivitas nyata.  Urunan, arisan, patungan, gawi sabumi, kayuh baimbai, bagawi sabarataan. Itu semua menunjukan spirit gotong royong. Bahkan program  BPJS kesehatan itu pada dasarnya adalah program gotong royong. Mereka yang sehat tidak pernah berobat,  bersama-sama menanggung biaya pengobatan mereka yang sakit.

Namun ada tapinya. Semangat gotong royong belakangan ini terksesan mulai luntur, khususnya dalam urusan gotong royong bebabarasih kampung. Kondisi tersebut ditangkap oleh para pemimpin kota dengan jelas. Maka diciptakan triger baru agar api semangat gotong royong menyala kembali. Salah satu ketua RT mengeluh, kalo diajak gotong royong paling yang datang 5 orang.  Kondisi itu mungkin terjadi di banyak RT. Muncul berbagai jargon. terakhir kita mendengar SARUMBAI EMAS.  Program baru yang dicanangkan Walikota Banjarbaru ini menguatkan konsep-konsep lama yang lebih dahulu exist. Benang merahnya tetap, gotong royong. Di Mentaos sudah berjalan program lokal yang disebut GEMBIRA. Gerakan Mentaos Bersih Bersih Sambil Olah Raga.

Tantangan terbesar dalam mewujudkan sebuah program adalah konsistensi. Di banyak tempat terjadi, ada istilah Kick Off.  Maksudnya setelah di kick langsung of (mati). Bila itu yang terjadi, maka hasil jangka pendek nya pasti didapat adalah pemborosan.