Ayo Menabung

  • May 22, 2025
  • Abdul Karim
  • Literasi

Mentaos-Tangguh (22/5/25) Bank Sampah adalah suatu cara mengatasi masalah sampah sekaligus menggerakkan semangat warga dalam berperilaku hidup bersih dan sehat sekaligus pula membawa nilai ekonomis. Model kerja bank sampah sebagaimana operasi sebuah sistem perbankan yaitu adanya nasabah, manajemen bank dengan segenap perangkat pendukungnya,  ada transaksi dan ada keuntungan yang didapat.

Terjebak dalam terminologi sampah, banyak orang mengira bahwa sampah itu sesuatu yang harus dibuang karena tidak berguna bahkan mendatangkan aroma tidak sedap. Namun sesungguhnya sampah dapat dimanfaatkan asal tahu caranya.

Hari Ahad lalu (18/5/25) warga Mentaos mendapat pencerahan dari para praktisi bank sampah bertempat di Kebun KWT RT 02/RW 04, Pengelola Bank Sampah Sekumpul dan Bank Sampah Jolali sharing pengalaman bagaimana mengelola sampai dengan baik dan berbuah produktif. 

Menurut nara sumber, sampah yang diproduksi oleh setiap rumah tangga dipilah-pilah ssesuai jenisnya misalnya botol plastik bekas air mineral, bungkus kardus bekas paket dan lain sebagainya dikumpulkan kemudian dibawa ke bank sampah untuk ditabung. Petugas bank sampah mencatat sampah yang ditabung yang kemudian oleh bank sampah dijual kepada pembeli sampah. Hasil penjualan sampah tersebut dikembalikan kepada penabung dengan pola bagi hasil yang disepakati.

Ketua RW 04 Murjani menyampaikan kepada Jurnalis KIM bahwa di Mentaos sudah berdiri bank sampah, yaitu Bank Sampah KAMI yang berpangkalan di RT 02/RW 04 Kompleks Palapa. Bank Sampah Kami sudah berdiri sekitar 2 tahun lalu, akan direvitalisasi untuk menyambut antusiasme warga Mentaos dalam mengelola sampah. Petugas dan  perangkat sudah disiapkan dan sudah mulai menerima tabungan warga. Ayo ke Bank Sampah, Ayo Menabung