Deforestasi
- Dec 03, 2025
- Abdul Karim
- Info Umum
Mentaos-KIM Tangguh (3/12/25) Menyusul banjir besar yang melanda 3 propinsi di Sumatera (Aceh, Sumut, dan Sumbar) sejumlah akhli menganalisis bahwa penyebab banjir tersebut adalah deforestasi di samping faktor alam lainnya. Kesimpulan tersebut diambil atas dasar bukti larutnya sejumlah besar kayu gelondongan yang kalau dilihat dari bentuk fisiknya merupakan hasil tebangan, bukan tumbang alami.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni sebagaimana dilansir Media CNBC tiga hari lalu (30/11/25) buka suara terkait bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di sejumlah daerah di Pulau Sumatra. Menurutnya, bencana ini menjadi titik balik untuk memperbaiki tata kelola hutan dan lingkungan hidup di Indonesia. (https://app.cnbcindonesia.com)
Sejumlah tudingan dialamatkan kepada pemerintah yang telah memberikan izin penebangan hutan kepada swasta, sehingga terjadi penggundulan hutan atau deforestasi. Deforestasi adalah proses penghilangan atau pengurangan hutan secara luas, baik secara alami maupun akibat aktivitas manusia. Secara sederhana, deforestasi berarti penebangan hutan yang mengakibatkan hilangnya tutupan pohon dan berkurangnya fungsi ekosistem hutan.
Warga Kalsel tentu masih ingat, di awal 2021 terjadi banjir skala besar di Hulu Sungai Tengah yang menelan korban sangat besar, baik jiwa maupun harta. Kejadian di Sumatera jauh lebih besar lagi dilihat dari jumlah korban jiwa yang mencapai 700-an orang. Menurut warga Mentaos yang tidak mau disebut namanya, “seharusnya hal ini (bencana banjir_red) menjadi peringatan keras bagi Pemerintah dan seluruh masyarakat”.
Tidak perlu menunggu bencana tiba untuk melakukan titik balik perbaikan tata kelola hutan dan lingkungan hidup, lebih-lebih Kalsel sudah pernah mengalami pahitnya banjir dimana penyebab banjir tersebut tidak lepas dari terjadinya deforestasi pegunungan Meratus.

Banjir di Kampung Iwak tahun 2023
Keterangan foto atas : Banjir di Tapanuli Selatan (foto CNBC)