Jejak urang Banjar dalam Kemerdekaan RI
- Jun 02, 2026
- Abdul Karim
- Literasi
Setiap tanggal 1 Juni, bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Pada tanggal inilah, tahun 1945, gagasan dasar negara yang kemudian dikenal sebagai Pancasila pertama kali disampaikan oleh Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia. Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan bangsa menuju kemerdekaan dan lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Namun, sejarah kemerdekaan Indonesia bukanlah milik satu daerah atau segelintir tokoh saja. Kemerdekaan adalah hasil perjuangan kolektif anak bangsa dari berbagai pelosok Nusantara, termasuk dari Kalimantan Selatan atau yang akrab disebut Banua.
Dalam rangka mempersiapkan kemerdekaan Indonesia, Jepang membentuk BPUPKI pada tahun 1945. Tugas badan ini adalah merumuskan dasar negara dan rancangan konstitusi bagi Indonesia merdeka. Dari berbagai pembahasan yang dilakukan, lahirlah konsep dasar negara yang kemudian berkembang menjadi Pancasila.
Setelah tugas BPUPKI selesai, dibentuklah Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia yang bertugas menyiapkan langkah-langkah konkret menuju kemerdekaan serta membentuk pemerintahan Indonesia setelah Proklamasi.
Jika BPUPKI dapat diibaratkan sebagai "arsitek" yang merancang bangunan negara, maka PPKI adalah "pelaksana" yang mewujudkan bangunan tersebut menjadi kenyataan.
Di antara tokoh-tokoh yang terlibat dalam proses penting tersebut, masyarakat Kalimantan Selatan patut berbangga karena memiliki seorang putra daerah yang menjadi bagian dari sejarah nasional, yaitu A. A. Hamidhan.
A.A. Hamidhan berasal dari Kalimantan Selatan dan dikenal sebagai wartawan pejuang yang aktif dalam pergerakan nasional. Ia termasuk anggota PPKI yang mewakili Kalimantan. Keberadaannya dalam lembaga tersebut menunjukkan bahwa wilayah Kalimantan telah memperoleh tempat dalam proses pembentukan negara Indonesia sejak awal.
Peran A.A. Hamidhan tidak hanya terbatas pada forum-forum persiapan kemerdekaan. Ia juga dikenal sebagai tokoh yang berperan menyebarluaskan berita Proklamasi Kemerdekaan ke Kalimantan pada saat sarana komunikasi masih sangat terbatas. Pada masa itu, menyampaikan kabar kemerdekaan kepada masyarakat daerah merupakan perjuangan tersendiri yang penuh risiko.
Selain A.A. Hamidhan, Banua juga melahirkan tokoh besar lain yang memiliki jasa luar biasa bagi Republik Indonesia, yaitu Pangeran Mohammad Noor.
Setelah Indonesia merdeka, Pangeran Mohammad Noor dipercaya menjadi Gubernur Kalimantan pertama. Tugas tersebut bukanlah pekerjaan ringan. Wilayah Kalimantan yang sangat luas, kondisi transportasi yang terbatas, serta situasi politik yang masih belum stabil menuntut kepemimpinan yang kuat dan visioner.
Melalui kepemimpinannya, Pangeran Mohammad Noor turut menjaga agar Kalimantan tetap menjadi bagian yang utuh dari Republik Indonesia yang baru lahir. Namanya juga dikenang melalui berbagai karya pembangunan, termasuk gagasan pengembangan pertanian dan irigasi yang kemudian menjadi fondasi pembangunan di Kalimantan Selatan.
Keterlibatan putra-putra Banua dalam sejarah kemerdekaan menunjukkan bahwa Indonesia dibangun atas kontribusi seluruh daerah. Pancasila sendiri lahir dari semangat persatuan dalam keberagaman. Para pendiri bangsa berasal dari latar belakang suku, agama, budaya, dan daerah yang berbeda-beda, namun mampu menemukan titik temu demi kepentingan bangsa yang lebih besar.
Nilai tersebut tetap relevan hingga saat ini. Di tengah derasnya arus informasi digital, perbedaan pandangan politik, dan berbagai tantangan sosial, semangat persatuan yang melahirkan Pancasila perlu terus dirawat.
Masyarakat dapat mengamalkan nilai-nilai Pancasila melalui tindakan sederhana seperti bergotong royong, menghormati perbedaan, menjaga kerukunan, serta menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain. Persatuan bangsa tidak hanya dijaga oleh pemerintah, tetapi juga oleh setiap warga negara dalam kehidupan sehari-hari.
Hari Lahir Pancasila bukan hanya momentum untuk mengenang pidato bersejarah pada 1 Juni 1945. Lebih dari itu, hari ini menjadi kesempatan untuk mengenang jasa para pendiri bangsa, termasuk putra-putra terbaik Banua yang ikut berjuang dalam proses lahirnya Republik Indonesia.
Jejak A.A. Hamidhan dan Pangeran Mohammad Noor mengajarkan bahwa kontribusi terhadap bangsa tidak selalu dilakukan dari pusat pemerintahan. Dari daerah, dari ruang redaksi surat kabar, dari medan perjuangan, bahkan dari pelosok Nusantara, setiap warga negara dapat mengambil bagian dalam membangun Indonesia.
Selamat Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026.
Mari kita jaga warisan para pendiri bangsa dengan terus mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Keterangan Foto : Anang Abdul Hamidhan beserta istri Siti Aisyah. Sumber foto :https://id.wikipedia.org/wiki/A.A._Hamidhan#/media/Berkas:Pak_Hamidhan.jpg