Ketahanan Pangan Mentaos dipertanyakan
- Jun 14, 2025
- Abdul Karim
- Info Umum
Mentaos-Tangguh (14/6/25) Salah satu juri Lomba Desa dan Kelurahah 2025 Propinsi Kalsel mempertanyakan klaim Lurah Mentaos bahwa ketahanan pangan Mentaos masuk kategori Sangat Tahan Pangan, apa ukurannya. Pertanyaan ini mengemuka dalam acara Tahap Pemaparan Lomba Desa dan Kelurahan yang digelar di Aula Desa Mandiri Kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kalsel di Kawasan Perkantoran Propinsi Kalsel Kamis (12/6/25).
Lurah Ciptadi Sunaryo, SE menjelaskan bahwa kriteria yang digunakan untuk mengukur ketahanan pangan kelurahan terdiri dari 3 aspek, yaitu ketersediaan pangan, akses terhadap pangan dan pemanfaatan pangan. Kriteria ini kata Lurah “dibuat oleh Badan Pangan Nasional dalam bentuk peta tematik yang disebut Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA)”.
Kesimpulan itu didukung oleh data dan fakta bahwa di Mentaos terdapat 35 toko penjual sembako, 250 pelaku usaha budidaya ikan, 3 pengusaha ternak, 3 pabrik pembuat tahu dan tempe, 45 kepala keluarga punya peternakan ayam skala rumahan. Untuk kriteria Akses Pangan di Mentaos infrastruktur jalan sangat baik, jarak ke pasar besar hanya 3,5 km atau 7 menit menggunakan sepeda motor, akses air bersih sudah terhubung jaringan PDAM di samping ketersediaan sumur hampir di tiap rumah tangga. Kemudahan akses tersebut diimbangi dengan daya beli warga yang tinggi. Mengenai kriteria pemanfaatan pangan, prevalensi Balita stunting 2024 rendah (8,02%), jumlah tenaga kesehatan sangat mencukupi, presentase sanitasi tidak layak sangat rendah. perlu diketahui bahwa Kelurahan Mentaos adalah Juara 2 Tingkat Propindi Kalsel dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Award 2024.