Ketua RT Internasional dari Malaka Jaya

  • Feb 15, 2026
  • Abdul Karim
  • Literasi

Mentaos-Tangguh (15/2/2026) – Dr. Taufik Supriadi, Ketua RT 08/RW 04 Malaka Jaya, Jakarta Timur, layak dijuluki sebagai Ketua RT Internasional. Julukan ini bukan tanpa alasan. Berbagai inovasi yang ia terapkan di lingkungan RT yang dipimpinnya berhasil menarik perhatian sejumlah negara.

Pemerintah Tiongkok bahkan mengundangnya untuk mempresentasikan praktik tata kelola lingkungan berbasis komunitas. Amerika Serikat memberikan penghargaan, sementara Singapura menyatakan komitmennya untuk menjajaki dukungan kerja sama. Kiprah tersebut telah banyak diberitakan di media televisi dan menjadi viral di berbagai platform media sosial.

Pada Minggu (15/2/2026), Dr. Taufik Supriadi berada di Banjarmasin memenuhi undangan Wali Kota Banjarmasin. Di sela kunjungannya, ia juga menyempatkan diri hadir di Banjarbaru atas undangan Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby. Sejumlah camat, lurah, serta para Ketua RT di Banjarbaru, termasuk Ketua KIM Tangguh Mentaos, berkesempatan berdialog langsung dan mendengarkan paparan inspiratifnya.

Dalam sesi berbagi selama kurang lebih dua jam, Dr. Taufik memaparkan deretan inovasi yang telah mengangkat nama Indonesia di kancah internasional melalui unit pemerintahan terkecil RT. Dia menegaskan bahwa RT merupakan garda terdepan pelayanan publik karena bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Kunci Sukses Dukungan dan Bukti Nyata

Prestasi tersebut tentu tidak lahir secara instan. Salah satu kunci keberhasilannya adalah dukungan pemerintah setempat serta sinergi dengan berbagai pihak, termasuk BUMN. Namun, menurutnya, dukungan itu tidak datang begitu saja. Diperlukan daya tarik program dan bukti kerja nyata agar memperoleh kepercayaan. Hasil konkret itulah yang membuat pemerintah dan BUMN tidak ragu menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) ke RT 08.

Dijelaskan Pak Taufik RT 08 yang dihuni sekitar 157 jiwa ini memiliki sejumlah inovasi unik. Salah satunya adalah kolam lele dua tingkat yang direkayasa dari saluran drainase. Lantai bawah tetap berfungsi sebagai saluran air, sedangkan lantai atas dimanfaatkan sebagai kolam budidaya lele.

Selain itu, di tengah keterbatasan ruang perkotaan, Dr. Taufik yang bergelar doktor ilmu hukum dan doktor akuntansi ini juga memanfaatkan sudut-sudut sempit gang di RT-nya untuk akuarium ikan hias. Sistem keamanan lingkungan diperkuat dengan CCTV full coverage yang terintegrasi sebagai bentuk siskamling digital. Seluruh warga dapat mengakses monitor CCTV, apabila ada hal mencurigakan warga dapat menekan tombol di handphone-nya maka lonceng kamling online bergema ke sudut RT melalui 2 buah toa. Untuk mengurangi volume sampah rumah tangga, warga dibekali mesin komposter sehingga mampu mengelola sampah organik secara mandiri.

Sejumlah inovasi tersebut bahkan telah didaftarkan ke Kementerian Hukum dan memperoleh perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Kekuatan Publikasi Digital

Faktor lain yang tak kalah penting adalah publikasi digital. RT 08 memiliki situs web resmi yang aktif dan diperbarui secara berkala, lengkap dengan akun media sosial resmi. Menurut Dr. Taufik, undangan dari Pemerintah Tiongkok berawal dari ketertarikan mereka terhadap website RT tersebut. Website RT 08 ini dapat diakses pada https://rt08rw04malakajaya.com 

Popularitas yang terus meningkat membawa dampak signifikan. Banyak pihak kini menawarkan dukungan dan kerja sama. Sejumlah media massa arus utama turut mengundang Dr. Taufik sebagai narasumber. Jurnalis KIM Tangguh bahkan menyaksikan langsung kesibukan beliau menerima panggilan dari salah satu stasiun televisi nasional saat berada di Banjarbaru.

Manajemen Waktu dan Dukungan Keluarga

Mengatur waktu sebagai Ketua RT, dosen di empat perguruan tinggi, pejabat di lembaga negara, serta pengurus berbagai organisasi profesi tentu bukan hal mudah. Namun, ia mengaku beruntung memiliki istri yang memahami dan mendukung penuh aktivitasnya.

Terkait pendanaan operasional, Dr. Taufik mengakui bahwa iuran warga tidak mencukupi untuk membiayai berbagai program inovatif. Bantuan operasional dari pemerintah memang ada, namun masih terbatas. Sinergi dengan BUMN melalui program CSR menjadi salah satu solusi strategis dalam merealisasikan berbagai terobosan tersebut.

Keterangan Foto : Dr. Taufik Supriadi (kiri), Ciptadi Sunaryo, SE, MM / Lurah Mentaos (kanan)  Foto Koleksi KIM Tangguh Mentaos