MBG di Posyandu Mentaos

  • May 06, 2026
  • Abdul Karim
  • Kesehatan

Mentaos-Tangguh (6/5/26) Sejak pertengahan April 2026, Posyandu Kejora Jl.Komet Raya Mentaos punya kesibukan lain. Kalau biasanya buka sekali sebulan, namun sejak ada program MBG petugas Posyandu harus buka paling tidak 5 hari seminggu buat melayani pembagian Makan Bergizi Gratis untuk ibu hamil, ibu menyusui dan balita.

Ketua Posyandu ILP Kejora Drs. Baseran Abdul Djebar saat ini di Posyandu Kejora sudah ada 71 paket MBG terdiri dari 48 balita, 5 ibu hamil, dan 18 ibu menyusui. Info dari Yulianti, untuk Posyandu Asparagus 43 balita, 7 ibu hamil dan 11 ibu menyusui. SementaraPosyandu Mawar menurut  Rusti Ernawati ada 26 balita, 2 ibu hamil dan 2 ibu menyusui. Adapun Posyandu Kembang Culan ada 23 baita, 3 ibu hamil, dan 6 ibu menyusui. Total warga Mentaos yang mendapat MBG adalah 194 orang.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini sudah menyentuh lapisan paling dasar pelayanan masyarakat.  Kehadiran program ini bukan sekadar distribusi makanan, tetapi menjadi langkah strategis dalam memperbaiki kualitas gizi bagi kelompok paling rentan, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Di Posyandu, yang selama ini menjadi ujung tombak pelayanan kesehatan masyarakat, MBG membawa energi baru. Ibu hamil mendapatkan asupan tambahan untuk menunjang perkembangan janin, ibu menyusui terbantu dalam menjaga kualitas ASI, dan balita memperoleh nutrisi penting untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Ini adalah fase krusial yang akan menentukan kualitas sumber daya manusia di masa depan.

Namun, pendekatan MBG tidak boleh berhenti pada pembagian makanan semata. Program ini harus dipahami sebagai bagian dari intervensi gizi terpadu. Artinya, perlu ada edukasi berkelanjutan kepada para ibu tentang pola makan sehat, kebersihan lingkungan, serta pentingnya pemantauan tumbuh kembang anak secara rutin di Posyandu.

Di sisi lain, implementasi MBG juga menuntut kesiapan sistem. Ketersediaan bahan pangan yang berkualitas, distribusi yang tepat sasaran, serta pengawasan yang ketat menjadi kunci keberhasilan program ini. Tanpa manajemen yang baik, program yang sarat anggaran ini berpotensi tidak memberikan dampak maksimal.

Konteks lokal Mentaos memberikan peluang besar. Dengan adanya gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat seperti Bank Sampah KAMI, sebenarnya dapat dibangun ekosistem yang saling terhubung,  lingkungan bersih, pola hidup sehat, dan pemenuhan gizi yang baik. Dari perspektif KIM Tangguh, MBG di Posyandu adalah momentum penting. Ini bukan hanya program pemerintah, tetapi gerakan bersama. Keterlibatan kader Posyandu, PKK, RT/RW, hingga keluarga menjadi faktor penentu keberhasilan.

Namun program MBG Posyandu ini belum diimplementasikan menyeluruh  di Kota Banjarbaru, penelusuran Jurnalis KIM ke beberapa kelurahan ternyata belum ada program sejenis. Lurah Sungai Tiung Fitriyadi, dan Kasi Kesos Kelurahan Cempaka Syahli yang kami hubungi mengaku belum ada program MGB Posyandu di Kelurahannya. Demikan juga di Kelurahan Bangkal.

 

Keterangan : (atas) Walikota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby tinjau pembagian MBG di Posyandu Kejora Mentaos (bawah) Anak Balita makan MBG di Posyandu Kejora