Operasi Susur Sungai, Tak Boleh Menjadi Kegiatan Rutin
- Apr 26, 2026
- Abdul Karim
- Lingkungan Hidup
Mentaos-Tangguh (26/4/26) Komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru dalam menangani persoalan lingkungan kembali ditunjukkan melalui aksi nyata. Pada 25 April 2026 Kemaren, Wali Kota Banjarbaru memimpin langsung kegiatan operasi susur sungai yang melibatkan berbagai unsur masyarakat dan pemerintah. Kegiatan ini dilaksanakan bersama Camat Banjarbaru Utara, seluruh lurah, para Ketua RT, organisasi kemasyarakatan, lembaga kemasyarakatan, hingga unsur Forkopimda Banjarbaru. Sasaran utama operasi kali ini adalah Sungai Karet yang berada di wilayah Kelurahan Loktabat Utara—salah satu titik yang membutuhkan perhatian serius dalam pengendalian sampah di sungai.
Menariknya, kegiatan ini juga didominasi oleh partisipasi ibu-ibu, yang selama ini memang menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah rumah tangga. Untuk menambah semangat dan apresiasi, panitia juga menyediakan door prize, sehingga suasana gotong royong terasa lebih hidup, partisipatif, dan penuh kebersamaan.
Dari pengamatan jurnalis KIM Tangguh, operasi susur sungai ini mengungkap fakta unik di sungai dengan ditemukan berbagai benda yang seharusnya bukan di sungai tempatnya, antara lain plastik dan botol-botol bekas air mineral, plastik bungkus kacang, dan sejenisnya. Di samping itu, terdapat pula tumbuhan ganggang dan ilung. Menurut Dr. Murjani Ketua RW IV yang ikut bergotong royong adanya tumbuhan ganggang dan ilung itu, meskipun dalam jumlah kecil menunjukan indikasi adanya pencemaran di sungai tersebut.
Adapun Camat Banjarbaru Utara Taufik Purwanto menerangkan bahwa tujuan gotong royong ini di samping untuk membersihkan sungai Karet juga untuk membersihkan bantarannya. “Kami punya rencana bantaran sungai Karet ini nantinya akan dibangun fasilitas jogging track, sehingga warga Loktabat Utara mempunyai wahana untuk rekreasi sungai sekaligus berolahraga”.
Gerakan ini selaras dengan program KILAU EMAS (Kelola dan Pilah Sampah) yang dicanangkan Pemerintah Kota Banjarbaru. Sungai yang bersih sejatinya adalah cerminan dari keberhasilan masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.
Namun demikian, perlu diingat bahwa aksi membersihkan sungai adalah langkah penting, tetapi mencegah sampah masuk ke sungai adalah solusi utama. Tanpa perubahan perilaku dari hulu, yakni rumah tangga, maka kegiatan susur sungai berpotensi menjadi rutinitas tanpa ujung.
Keterangan Foto : Walikota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby (baju putih) didampingi Camat Banjarbaru Utara Taufik Purwanto (baju merah belakangi lensa) melihat dari dekat Sungai Karet Loktabat Utara. (sumber : www.mediacenter.banjarbarukota.go.id)