Perluas Networking, KIM Tangguh belajar ke ABDI PERSADA FM
- Apr 16, 2026
- Abdul Karim
- Literasi
Mentaos-Tangguh (16/4/26) Dalam upaya memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus memperluas jejaring komunikasi publik, pengurus Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh Kelurahan Mentaos bersama Lurah Mentaos Ciptadi Sunaryo SE, dan Tedy Teja dari Dinas Kominfo Kota Banjarbaru melakukan studi tiru ke Radio Abdi Persada, radio milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan kemaren (15/4) yang berlokasi di Gedung Dinas Kominfo Prop Kalsel Jl. Dharma Praja II Kompleks Perkantoran Pemprov Kalsel. Kru Abdi Persada menerima kunjungan dengan senang hati dan berbagi ilmu, keterampilan serta penglaman kepada KIM Tangguh.
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi menjadi langkah strategis KIM Tangguh dalam membaca arah perkembangan media informasi berbasis komunitas. Di tengah arus digitalisasi yang semakin cepat, radio tetap memiliki kekuatan tersendiri sebagai media yang dekat dengan masyarakat, terutama dalam membangun komunikasi yang hangat, langsung, dan persuasif.
Dalam pertemuan tersebut, pengurus KIM Tangguh mendapatkan pemaparan komprehensif dari kru Radio Abdi Persada terkait berbagai aspek penting dunia penyiaran. Mulai dari teknis broadcasting, manajemen studio, hingga strategi mengolah konten berita agar tetap aktual, menarik, dan edukatif bagi pendengar.
Tidak hanya itu, aspek sumber daya manusia juga menjadi perhatian. KIM Tangguh diberikan wawasan mengenai teknik menjadi penyiar (broadcaster) yang efektif, mulai dari penguasaan vokal, intonasi, hingga kemampuan membangun kedekatan emosional dengan audiens. Hal ini menjadi bekal penting, mengingat KIM tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penggerak opini publik yang sehat.
Satu hal yang tak kalah penting adalah pembahasan terkait Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI). Di era produksi konten yang masif seperti sekarang, pemahaman terhadap perlindungan karya menjadi krusial agar setiap produk informasi yang dihasilkan tetap berada dalam koridor hukum dan etika. Dari pengalaman Abdi Persada 104,7 FM diketahui bahwa lagu-lagu yang disiarkan di radio umumnya tidak ada larangan dari pemegang hak, kecuali apabila sudah ada pernyataan resmi. Menurut Bang Ozi, “perusahaan rekaman sering mengirimkan lagu-lagu baru mereka untuk diputar di radio karena mereka akan mendapat promo”
Dari hasil diskusi yang berlangsung dinamis, terbuka peluang kolaborasi antara KIM Tangguh dan Radio Abdi Persada. Salah satu rencana konkret yang mengemuka adalah pemberian slot waktu siaran bagi KIM untuk mengisi konten berbasis komunitas. Ini menjadi momentum penting bagi KIM untuk naik kelas, dari sekadar pengelola informasi lokal menjadi bagian dari ekosistem media penyiaran yang lebih luas.
Langkah ini menunjukkan bahwa KIM Tangguh sebagai KIM Terkreatif Indonesia 2025 tidak berhenti pada peran konvensional, tetapi terus beradaptasi dan berinovasi. Dengan memanfaatkan radio sebagai medium, pesan-pesan pembangunan, edukasi masyarakat, serta kontrol sosial dapat disampaikan dengan jangkauan yang lebih luas dan dampak yang lebih kuat.
Pada akhirnya, kolaborasi ini bukan hanya tentang siaran, tetapi tentang membangun peradaban informasi yang sehat—dimulai dari komunitas, untuk masyarakat, dan oleh masyarakat. Selaras pula dengan pendekatan konsep KIM dalam membangun informasi yang sehat yang dikenal dengan akronim ADINDA (Akses - Diskusi - Implementasi - Networkoing - Diseminasi - Aspirasi)