Pesan dari Mentaos : Komunikasi Publik Kota Banjarbaru
- May 14, 2026
- Abdul Karim
- Info Umum
Dalam era digital saat ini, masyarakat semakin mudah menyampaikan keluhan kepada pemerintah. Jalan rusak difoto lalu diunggah ke media sosial, lampu jalan mati langsung dilaporkan melalui aplikasi, drainase tersumbat segera menjadi bahan diskusi publik. Situasi ini menunjukkan meningkatnya kesadaran warga terhadap hak atas pelayanan publik. Namun di sisi lain, pemerintah juga menghadapi tantangan besar dalam membangun pola komunikasi publik yang efektif terhadap berbagai pengaduan masyarakat, khususnya mengenai infrastruktur pelayanan.
Pertanyaannya kemudian, apakah setiap keluhan harus langsung direspons satu per satu secara case by case, atau justru pemerintah perlu membangun pola komunikasi yang lebih terencana dan sistematis mengenai program-program pembangunan yang sedang berjalan? Jawabannya tentu tidak bisa hitam putih. Kedua pendekatan tersebut sama-sama penting, tetapi harus ditempatkan secara proporsional.
Merespons pengaduan masyarakat secara langsung memang penting sebagai bentuk kehadiran negara. Ketika warga melaporkan jalan berlubang lalu pemerintah segera memperbaikinya, kepercayaan publik akan meningkat. Respons cepat menunjukkan bahwa pemerintah mendengar suara rakyat. Dalam perspektif komunikasi publik, ini disebut sebagai komunikasi responsif, yaitu kemampuan pemerintah memberi umpan balik terhadap kebutuhan masyarakat secara cepat dan manusiawi.
Tersiar kabar melalui www.banjarbaruemas.com minggu lalu bagaimana Walikota Banjarbaru Hj. Erna Lisa Halaby merespon cepat keluhan warga yang disampaikan lewat media sosial mengenai kondisi jalan di kompleks Kampoeng Shafwah Asri Landasan Ulin. Hal ini menunjukkan adanya atensi Pemerintah Kota terhadap masalah yang terjadi di masyarakat.
Kami percaya Pemerintah Kota sudah menyusun program yang terencana dengan baik untuk melaksanakan pembangunan di segala bidang di Kota Banjarbaru. Tidak ada yang tidak dapat giliran. Ada jadwal, ada alokasi sumber daya, ada skala prioritas, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pengaturan seperti ini dibungkus dalam APBD Kota Banjarbaru tahun berjalan.
Ada kalanya tidak semua rencana berjalan mulus. Mungkin ada yang terlewat dan berlarut-larut yang mendorong masyarakat bersuara lewat saluran yang mereka miliki yaitu media sosial. Mereka tidak salah. Setiap masukan, kritikan, bahkan caci maki warga (jika ada) adalah informasi berharga sebagai tanda masyarakat peduli dan sayang kepada Pemerintah. Mengutip dakwah Aa Gym, "berterima kasihlah kepada orang yang menghinamu, karena sesungguhnya mereka menunjukan dirimu yang sebenarnya".
Gayung bersambut, info warga via socmed direspon Walikota Banjarbaru dengan memeritahkan jajaran dibawahnya untuk cek lokasi. Quick Respons itu saja sudah cukup untuk meningkatkan kepercayaan dan optimisme warga, bahwa Kota Banjarbaru memang sedang menunju Banjarbaru Emas. Apakah jalan berlobang itu nanti akan segera diperbaiki? Mari kita buktikan.

Keterangan : Sumber foto www.banjarbaruemas.com