Rasulullah SAW, Teladan Agung dalam Kerendahan Hati

  • May 11, 2026
  • Abdul Karim
  • Dakwah

Di tengah kehidupan modern yang sering dipenuhi persaingan, pencitraan, dan keinginan untuk dipuji, umat Islam perlu kembali meneladani akhlak mulia Rasulullah Muhammad SAW. Salah satu sifat paling agung yang melekat pada diri beliau adalah rendah hati atau tawadhu’.

Padahal Rasulullah SAW adalah manusia paling mulia di muka bumi. Beliau seorang nabi, pemimpin negara, panglima perang, sekaligus manusia pilihan Allah SWT. Namun kemuliaan itu tidak menjadikan beliau sombong. Justru semakin tinggi derajatnya, semakin lembut dan rendah hati perilakunya kepada manusia.

Rasulullah SAW tidak hidup bermewah-mewahan walaupun memiliki kesempatan untuk itu. Beliau menjahit sendiri pakaiannya yang robek, memperbaiki sandal sendiri, membantu pekerjaan rumah tangga, dan duduk makan bersama para sahabat tanpa membedakan status sosial. Ketika bertemu orang miskin, anak yatim, bahkan budak sekalipun, beliau tetap menghormati mereka dengan penuh kasih sayang. Bahkan selalu lebih dahulu memberi salam.

Kalau makan Rasulullah tidak pernah sampai kenyang dan beliau  tidak akan makan kalau tidak lapar. Bahkan Rasulullan punya satu doa yang mungkin tidak pernah diucapkan oleh manusia biasa yaitu doa minta agar menjadi miskin. Rasulullah juga termasuk pendengar aktif, beliau tidak pernah menginterupsi ketika orang lain berbicara. Beliau menerima masukan dari para sahabat, termasuk dalam menentukan taktik atau strategi peperangan.

Itulah intisari dari tausiah KH Shihabuddin, Lc dalam majlis taklim di langgar Al Munawarah RT 02/RW IV Kelurahan Mentaos tadi malam (11/5/26)