Romantika Sekumpul (1) : Ketika Google Map Tumbang

  • Jan 07, 2025
  • Abdul Karim
  • Mentaosiana

Mentaos-Tangguh (7/1/25) Arus balik Haul Sekumpul ke-20 tahun 2025 ini telah direkayasa sedemikian cermat. Panitia berharap pengaturan lalu lintas saat arus balik itu dipatuhi jama’ah. Namun tak ada sistem yang sempurna, segala kemungkinan terjadi di lapangan. Jama’ah berupaya mengikuti arahan petugas tetapi tidak semua problem mendapat solusi.  Kejadian itu menimpa sebut saja namanya Abdullah. Dia membawa mobil berpenumpang 6 orang anggota keluarganya ingin kembali ke tempat asal. Tiba-tiba mobil Abdullah  muncul di belakang gerbang utama Kompleks Palapa, padahal gerbang tersebut ditutup sementara. Jurnalis KIM Mentaos Tangguh yang memergoki Abdullah dalam kebingungannya bertanya : “Pian mau pulang ke mana”. Dijawab : “kami handak ke Palangkaraya”. Kalau begitu  Pian sudah berada di jalan yang benar sebagaimana jalan orang-orang terdahulu, tapi kenapa tiba-tiba ada di sini?.  Kata Pak Abdullah “saya mengikuti google map”.  Dengan sabar petugas menjelaskan “pak Abdullah untuk situasi seperti ini Pian jangan menggunakan google map. Lebih baik ikuti arahan petugas. Banyak simpangan jalan yang ditutup demi kelancaran arus, penutupan itu tampaknya tidak diketahui oleh google map, jadi ikuti saja arahan petugas Posko Haul ke 20 insya Allah Pian akan menemukan jalan pulang“. Dengan terpaksa Abdullah baundur burit, dipandu petugas”.