Salah julung iuran warga

  • Jul 16, 2025
  • Abdul Karim
  • Mentaosiana

Suasana ekonomi global yang tidak menentu karena sejumlah peperangan di Timur Tengah maupun Eropah juga Asia antara India dengan Pakistan, akhirnya berdampak kepada ekonomi lokal Banjarbaru. Keterdesakan dapat membuat orang khilaf dan nekat. Maka akan berjatuhan korban penipuan, pembegalan, pencurian dan lain sebagainya. Adalah Usbekistan bin Amir (nama samaran) warga Mentaos yang mengalami nasib agak sial.

Siang itu Ukis,-- demikian dia dipanggil -- sedang duduk di teras ketika entah datang dari arah mana tiba-tiba masuk ke halamannya seseorang laki-laki berperawakan agak tegap dengan ramput sedikit cepak, menagih iuran bulanan RT. Ukis yang merupakan warga pendatang yang baru beberapa bulan tinggal di kompleks itu mengira yang datang tadi adalah petugas RT. Dengan ikhlas dia menyerahkan duit Rp. 50.000,- kepada sang penagih. Laksana petugas resmi, si penipu itu meminta kartu iuran yang disimpan warga untuk diparaf sebagai tanda Ukis sudah memenuhi kewajibannya sebagai warga. Perkara selesai.

Ternyata tidak, beberapa hari kemudian muncul Zulkani dengan tas selempang wadah duit dan buku catatan menagih iuran warga. Ukis tentu saja kaget, kenapa ditagih lagi. Sedangkan Ukis merasa sudah bayar.  Terjadi sedikit ketegangan namun tidak sampai ribut. Zurkani memeriksa kartu iuran, ternyata disitu memang sudah tercantum bahwa iuran Juni 2025 sudah lunas, ada paraf petugas. Parafnya tampak asli, namun jelas palsu karena itu bukan paraf Zurkani.

Tidak sampai melibatkan aparat, Zurkani mengambil tindakan bijak. Iuran Juni tidak ditagih, namun tetap dicatat dengan status dalam proses penyelidikan. Zurkani mengingatkan agar lain kali lebih hati-hati.

Kejadian ini memberi pelajaran berharga bagi semua pihak. Khususnya Ketua RT 02/RW IV Mentaos agar membekali petugas iuran dengan kartu idetitas khusus yang menjadi pembeda antara petugas yang ori  dengan yang petugas yang kw.