Wani Baidabul di Tugu Titik Nol
- Dec 29, 2024
- Abdul Karim
- Literasi
Mentaos-Tangguh (29/12/24). Tepat setahun yang lalu (29/12/23) Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin meresmikan Tugu Titik NOL KILOMETER Banjarbaru yang lokasinya berada di depan rumah Dewa Pahuluan, anak dari Jafry Zamzam. Di tugu Titik Nol Kilometer itu terdapat prasasti WABUL SAWI akronim dari Wani Baidabul Sanggup Menggawi. Kalimat bahasa Banjar pahuluan ini dicetuskan oleh Jafry Zamzam selaku salah satu anggota tim yang menuntut berdirinya kota Banjarbaru.
Pemilihan lokasi titik nol ini sangat cantik. Unsur-unsur sejarah, tokoh, lokasi dan simbol kemajuan Banjarbaru menyatu disana. Di seberang tugu titik nol terdapat situs Minggu Raya”. Sebuah kawasan lagendaris tempat bertemunya ide-ide anak muda sambil ngopi dan mangatupat. . Terus ke belakang melewati lapangan sepak bola Dr. Murjani berdiri gedung kokoh, megah dan penuh kharisma dimana Walikota Banjarbaru berkantor. Semasih Banjarbaru berstatus Kota Administratif gedung itu ditempati oleh Pejabat Pembantu Gubernur, sedangkan Walikota Administratif Banjarbaru ketika itu berkantor di sebelah Minggu Raya (kini kantor Dukcapil). Masih dalam satu persil, Pemkot mendirikan Halte KM 0 dengan menghadirkan bangunan halte yg bersih indah dan nyaman. Maka jadilah tugu Titik Nol itu sebagai icon Banjarbaru. Anda belum ke Banjarbaru sebelum berswafoto di tugu titik nol.
Adapun Jafry Zamzam berdomilisi di Jl Jafry Zamzam, menghadap ke tugu titik NOL. Sementara di sebelah kanan seberang jalan terdapat bangunan cantik bernuansa klasik tempat Van Der Vijl tinggal. Van Der Pijl yang namanya dijadikan nama Taman di Ba njarbaru adalah perancang kota Banjarbaru. Jafry Zamzam berteman dengan Van Der Vijl. Sayangnya bangunan rumah bersejarah itu sudah tidak ada, dirobohkan.
Jafry Zamzam yang visioner bersama 8 orang rekannya membuat tekad bulat untuk mengangkat status Banjarbaru menjadi kota. Impian itu kini sudah terwujud. Banjarbaru menjadi kota dan bahkan menjadi Ibu Kota Propinsi Kalimantan Selatan. Sejauh-jauh mata memandang Banjarbaru akan selalu dikenang.

Wani baidabul sanggup menggawi. Makna kata ini sangat dalam. Kata-kata itu mengandung perintah hati-hati dalam berucap, hati-hati dalam bersikap, pandai-pandailah membuat rencana, cermatlah mengukur kemampuan, karena apapun yang kita ucapkan akan kembali kepada diri kita sendiri. Di era postmodern ini, banyak sekali jargon yang dilontarkan bahkan terkesan bombastis, namun hanya omon omon belaka Itu namanya wabul kawi, wani baidabul kada kawa manggawi.
Bagaimana dengan Mentaos di 2025 yang akan datang, sudahkah ada resolusi 2025?...... Berapa bintang akan diraih, berapa prestasi yang akan digapai. Silahkah baidabul.......
Dirangkum dari :
1. https://pojokbanua.com/sarat-makna-begini-arti-wabul-sawi-di-tugu-nol-kilometer-banjarbaru/#google_vignette
2. https://mediacenter.banjarbarukota.go.id/2023/12/30/tugu-titik-nol-kilometer-mengukir-sejarah-baru-dalam-pembangunan-ibu-kota-provinsi-kalimantan-selatan/