Yuk, Kembalikan Fungsi Trotoar untuk Pejalan Kaki
- Oct 10, 2025
- Abdul Karim
- Literasi
Mentaos-Tangguh (10/10/25) Trotoar adalah ruang kecil yang sangat berarti bagi pejalan kaki, termasuk anak sekolah, lansia, dan penyandang disabilitas. Sayangnya, trotoar sering kali digunakan untuk parkir kendaraan roda dua maupun roda empat. Jurnalis KIM Tangguh menyiduknya di sekitar jalan Panglima Batur Banjarbaru siang ini. Akibatnya, pengguna trotoar untuk pejalan kaki harus berjalan di pinggir jalan yang justru berisiko bagi keselamatan mereka. VERSI VIDEO
Trotoar sejatinya dibangun untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga yang berjalan kaki. Selain menjadi jalur berpindah, trotoar juga simbol dari kota yang ramah dan tertib. Menurut Peraturan Menteri PUPR Nomor 03 Tahun 2014, trotoar adalah bagian dari prasarana jaringan pejalan kaki yang harus bebas dari hambatan.
Namun, karena keterbatasan lahan parkir dan kesibukan kota, banyak warga yang tanpa sengaja memanfaatkan trotoar sebagai tempat berhenti atau parkir sementara. Padahal, tindakan kecil seperti itu bisa berdampak besar bagi warga lain, terutama bagi penyandang disabilitas yang menggunakan tongkat atau kursi roda, serta anak-anak yang berjalan menuju sekolah.
“Kami berharap semua pihak bisa saling memahami. Kalau trotoar dibiarkan kosong, pejalan kaki bisa lebih aman, dan kota kita terlihat lebih tertib,” ujar Ari warga Mentaos, yang sering menggunakan trotoar untuk berjalan kaki.
Selain soal kenyamanan, menjaga trotoar juga bagian dari budaya saling menghormati di ruang publik. Pemerintah kota dan masyarakat bisa bekerja sama, misalnya dengan menyediakan area parkir yang lebih teratur serta menambah papan imbauan di lokasi-lokasi ramai. Sejauh ini tidak ada rambu larangan parkir di atas trotoar. Namun sebagai warga yang paham, tanpa rambu larangan pun harus parkir di lahar yang diperuntukan untuk parkir.
Mari kita sama-sama menjaga trotoar agar tetap menjadi ruang aman bagi semua. Parkir di tempat yang semestinya, berjalan di tempat yang seharusnya — langkah kecil yang bisa membuat Banjarbaru menjadi kota yang lebih ramah, tertib, dan inklusif bagi seluruh warganya.
Trotoar milik bersama, bukan tempat parkir sementara.