Aktualisasi GERMAS di Kelurahan Mentaos
- Sep 08, 2025
- Abdul Karim
- Info Umum
Keterangan Foto : Pengerjaan paving block secara swakelola masyarakat
Mentaos-Tangguh (8/9/25) GERMAS adalah sebuah gerakan yang bertujuan untuk memasyarakatkan budaya hidup sehat serta meninggalkan kebiasaan dan perilaku masyarakat yang kurang sehat. Aksi GERMAS ini juga diikuti dengan memasyarakatkan perilaku hidup bersih sehat dan dukungan untuk program infrastruktur dengan basis masyarakat. Program ini memiliki beberapa fokus seperti membangun akses untuk memenuhi kebutuhan air minum, instalasi kesehatan masyarakat serta pembangunan pemukiman yang layak huni. Ketiganya merupakan infrastruktur dasar yang menjadi pondasi dari gerakan masyarakat hidup sehat. (https://ayosehat.kemkes.go.id/germas).
Kebijakan Nasional ini diformalkan dengan Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2017 Tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat yang kemudian ditindaklanjuti oleh Walikota Banjarbaru dengan Perwali Nomor 83 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Kelurahan Mentaos menjabarkan Perwali tersebut dengan mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 45 Tahun 2023 tentang Pembentukan Tim Penyelenggara Germas di Kelurahan Mentaos.
Kebijakan Germas melahirkan berbagai program yang dibuat oleh Pemerintah Kota Banjarbaru antara lain dengan menetapkan Kawasan Tidak Merokok (KTR). Kelurahan Mentaos mengimplementasikan program Pemkot dengan inovasi berbasis masyarakat, antara lain BERKAROMAH, yaitu sebuah gerakan bersama untuk tidak merokok di dalam rumah. Untuk program peningkatan kesehatan, Kelurahan Mentaos membuat inovasi GEMBIRA. (Gerakan MInggu Bersih dan Olah Raga) Di RT-RT, inovasi ini diwujudkan dengan senam pagi bersama setiap minggu, yang kemudian dilanjutkan dengan aksi gotong royong kebersihan lingkungan.
Adapun upaya pencegahan penyakit tidak menular dan kesehatan bayi, Kelurahan Mentaos mengoperasikan layanan 4 Pusyandu yang yang berisi kegiatan pemeriksaan kesehatan untuk penyakit tidak menular dan pemeriksaan balita. Layanan Pusyandu buka sebulan sekali. Pendanaan untuk operasional 4 Pusyandu ini melibatkan partisipasi masyarakat yaitu Yayasan Mentaos Peduli (YMP). Kampanye makan sayur dan buah-buahan terus menerus digaungkan.
Guna menyehatkan lingkungan, gerakan gotong royong menjadi gerakan masif di Mentaos. Setiap minggu hampir di semua RT ada aktivitas gotong royong. Sasaran gotong royong tidak hanya lingkungan tempat tinggal, tetapi termasuk sungai. Di Mentaos terdapat dua sungai kecil yaitu Sungai Durian dan Sungai Gotong Royong. Kesehatan kedua sungai ini selalu dijaga. Untuk pekerjaan yang membutuhkan anggaran besar, LPM Kelurahan Mentaos membuat usulan ke Pemkot melalui SKPD terkait. Tahun 2024/2025 kedua sungai tersebut memperoleh alokasi dana untuk perbaikan kualitas. Melalui program DAK, Kelurahan Mentaos di tahun 2024 juga mendapat bantuan berupa pembangunan 50 Septic Tank.
Pemerintah terus memantau aktualisasi Germas, salah satu metode yang digunakan adalah melalui lomba. Ada dua lomba yang pernah diikuti Mentaos terkait dengan Germas ini yaitu Lomba Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) terbaik IV Provinsi Kalsel dan Lomba Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) terbaik II Provinsi Kalsel.
Inilah sekelumit aktualisasi Germas di Mentaos yang berhasil dikumpulkan Jurnalis KIM dari berbagai sumber informasi.
(bersambung)


Foto : Senam Pagi di Mentaos