Jelang Eksekusi sign off socmed anak-anak

  • Mar 26, 2026
  • Abdul Karim
  • Literasi

Lindungi Anak di Dunia Digital: Saatnya Bijak Bermedia Sosial

Di era digital saat ini, anak-anak semakin akrab dengan internet dan media sosial. Namun di balik kemudahan akses tersebut, tersimpan berbagai risiko yang tidak bisa diabaikan. Pemerintah melalui kebijakan terbaru berupaya memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi anak-anak di ruang digital.

Melalui Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, ditegaskan bahwa penggunaan media sosial oleh anak harus disesuaikan dengan usia dan tingkat risiko. Anak di bawah usia 16 tahun tidak diperkenankan memiliki akun media sosial, karena platform tersebut dikategorikan sebagai layanan dengan risiko tinggi.

Risiko tersebut bukan sekadar asumsi. Anak-anak berpotensi terpapar konten berbahaya seperti pornografi, kekerasan, hingga perundungan siber. Selain itu, ancaman eksploitasi data pribadi, kecanduan digital, hingga gangguan kesehatan psikologis juga menjadi perhatian serius.

Namun, penting dipahami bahwa kebijakan ini bukan melarang anak menggunakan internet. Internet tetap menjadi sarana belajar, berkreasi, dan berkembang. Yang diatur adalah bagaimana anak menggunakan teknologi secara aman dan sesuai usia, dengan pendampingan yang memadai.

Dalam konteks ini, peran keluarga menjadi sangat krusial. Orang tua adalah garda terdepan dalam melindungi anak. Pendampingan saat anak menggunakan gawai, serta komunikasi yang terbuka tentang risiko dunia digital, menjadi langkah penting yang tidak bisa digantikan oleh teknologi apapun.

Selain keluarga, pemerintah daerah juga memiliki peran strategis melalui penguatan literasi digital di masyarakat. Edukasi kepada pelajar, orang tua, dan komunitas menjadi kunci agar teknologi dimanfaatkan secara produktif dan tidak menimbulkan dampak negatif.

Lebih jauh lagi, perlindungan anak di ruang digital bukan hanya tanggung jawab pemerintah. Sekolah, media, dan masyarakat perlu berkolaborasi membangun ekosistem digital yang aman. Edukasi yang masif dan berkelanjutan akan membantu menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara teknologi, tetapi juga bijak dalam menggunakannya.

Pada akhirnya, kita semua perlu menyadari satu hal:
media sosial bukanlah ruang yang sepenuhnya aman bagi anak.

Karena itu, literasi digital dan pendampingan orang tua menjadi kunci utama dalam memastikan anak-anak kita tumbuh dengan aman, sehat, dan bertanggung jawab di era digital.

 

Keterangan gambar : AI created