KIM Tangguh Mentaos Perluas Keanggotaan: Inklusi Disabilitas sebagai Pilar Penguatan SDM

  • Mar 28, 2026
  • Abdul Karim
  • Info Umum

Mentaos-Tangguh (28/3/26) Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh Kelurahan Mentaos kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun organisasi yang adaptif, progresif, dan inklusif. Dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM), KIM Tangguh secara resmi melebarkan keanggotaan pengurus dengan menggandeng dua figur inspiratif Bapak Sigit Kurniawan dan Ibu Elisabeth. Menariknya, keduanya merupakan penyandang disabilitas netra yang memiliki keterampilan mumpuni di bidang media sosial dan teknologi informasi. Dengan memanfaatkan berbagai teknologi ramah disabilitas seperti screen reader, voice command, dan aplikasi berbasis aksesibilitas mereka mampu beradaptasi dan berkontribusi aktif di ruang digital.

Langkah ini menjadi bukti bahwa pengembangan SDM tidak semata diukur dari kondisi fisik, tetapi dari kapasitas, kompetensi, dan semangat untuk berkontribusi. Di tengah era digital, kemampuan mengelola informasi, memproduksi konten, serta berinteraksi di ruang siber menjadi kompetensi utama bagi awak media KIM.

Bapak Sigit dan Ibu Elisabeth hadir dengan perspektif yang unik sekaligus kemampuan teknis yang relevan. Kehadiran mereka tidak hanya menambah kuantitas SDM, tetapi juga memperkaya kualitas organisasi melalui sudut pandang yang lebih beragam. 

Seringkali, isu inklusi terhadap penyandang disabilitas berhenti pada tataran slogan. Namun, KIM Tangguh Mentaos membuktikan bahwa inklusi dapat diwujudkan melalui langkah konkret membuka ruang partisipasi yang setara.

Menurut Lurah Mentaos Ciptadi Sunaryo, SE, selaku inisoator rekrutmen ini, bahwa perekrutan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap kelompok minoritas yang selama ini kerap terpinggirkan dalam ruang-ruang produktif. Padahal, dengan dukungan teknologi dan lingkungan yang inklusif, penyandang disabilitas memiliki potensi besar untuk berkembang dan memberikan kontribusi nyata. Langkah ini juga sejalan dengan semangat pembangunan yang berkeadilan, bahwa setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan, tanpa diskriminasi.

Ketua KIM Tangguh bersama Lurah Mentaos melaksanakan semacam audisi kepada Sigit Kurniawan dan Elisabeth kemaren di kantor Kelurahan (27/3) sembari memberikan pemahaman visi dan misi serta program-program KIM Tangguh Mentaos. Dari proses audisi ini terungkap fakta bahwa ternyata perkembangan teknologi digital telah membuka peluang baru bagi penyandang disabilitas untuk berkarya. Ada aplikasi pembaca layar, navigasi berbasis suara, hingga platform media sosial yang semakin ramah aksesibilitas menjadi jembatan penting menuju kesetaraan. Bahkan Sigit Kurniawan, dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligent) mampu menghasilkan karya berupa lagu yang berkualitas. KIM Tangguh melihat potensi beliau berdua sebagai kekuatan yang dapat mengakselerasi visi misi KIM  sebagai mitra strategis Pemerintah dalam bidang informasi berbasis masyarakat (komunitas). 

Langkah strategis ini mengekstensi visi KIM Tangguh sebagai organisasi yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga humanis secara nilai. Ketangguhan tidak hanya diukur dari kemampuan bertahan dan berkembang, tetapi juga dari sejauh mana organisasi mampu merangkul keberagaman.

Kehadiran Bapak Sigit Kurniawan dan Ibu Elisabeth akan menginspirasi, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Justru dari keberagaman itulah, lahir inovasi dan kekuatan baru. Prinsip “No One Left Behind” bukan sekadar slogan global, tetapi telah menjadi nilai yang dihidupkan secara nyata oleh Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh Kelurahan Mentaos. Dalam langkah strategis penguatan sumber daya manusia (SDM), KIM Tangguh membuka ruang bagi semua, termasuk kelompok yang selama ini kerap terpinggirkan. Ketua KIM Tangguh menambahkan bahwa KIM tidak  sekadar membangun organisasi, tetapi membangun harapan, kesetaraan, dan masa depan yang inklusif.