Modus Baru Penipuan di Internet
- Jan 16, 2025
- Abdul Karim
- Literasi
Mentaos-Tangguh (16/1/25). Banyaknya video palsu buatan teknologi Artificial Intelligent (Kecerdasan Buatan), membuat admin KIM Tangguh terpanggil untuk share pengetahuan di laman ini. Beberapa waktu yang lalu beredar video yang berisi pidato presiden Soeharto yang berisi tentang masalah yang terjadi saat ini, seolah Pak Harto hidup kembali, bangkit dari kubur. Kemaren muncul video pidato Gibran dalam bahasa Arab. Banyak orang terkagum-kagum atas kemampuan Gibran berbahasa Arab. Admin coba telusuri, dilihat dari baju yang dikenakan Gibran pidato tersebut ada pada acara Konggres Fatayat Nahdatul Ulama 13 Desember 2024. Pidato tersebut dibawakan dalam Bahasa Indonesia, bukan bahasa Arab. Check di link ini : https://www.youtube.com/watch?v=lu0vlRGMaGc&t=285s.
Karya kreatif yang sering digunakan untuk memanipulasi itu dibuat dengan aplikasi Deepfake. Kami eksplore melalui fasilitas chatgpt, didapat uraian mengenai deepfake. Deepfake adalah teknologi yang menggunakan kecerdasan buatan (AI), khususnya teknik deep learning, untuk menciptakan atau memanipulasi konten visual dan audio sehingga terlihat atau terdengar seperti asli. Teknologi ini sering menggunakan jaringan adversarial generatif (GAN) untuk menghasilkan video, gambar, atau suara yang meniru ekspresi wajah, gerakan tubuh, atau suara seseorang secara realistis.
Contoh penerapan deepfake meliputi pertama, Manipulasi wajah dalam video, seperti mengganti wajah seseorang dengan wajah orang lain. Kedua Pemalsuan suara, memungkinkan AI meniru suara seseorang dengan pola bicara yang identik. Ketiga Pembuatan konten kreatif, seperti dalam film atau hiburan, di mana wajah aktor dapat dimanipulasi untuk kebutuhan produksi.
Namun, teknologi ini juga menimbulkan tantangan besar, terutama dalam bidang etika, privasi, dan keamanan. Deepfake dapat digunakan untuk menyebarkan misinformasi, pemerasan, atau pencemaran nama baik, sehingga memerlukan regulasi dan kesadaran publik untuk mengelola dampaknya.
Bagi warga yang minim pengetahuan dan literasi digital bisa saja terkagum-kagum atas sebuah produksi content lalu percaya 100% bahwa yang disajikan itu suatu kebenaran. Lalu mengambil sikap menyukai atau membencinya.
Tujuan pembuat deepfake pada awalnya untuk hiburan dan kemudahan dalam industri perfileman, namun kemudian dimanfaatkan untuk penyebaran propaganda dan iklan. Lama kelamaan deepfake digunakan untuk menipu dengan tujuan tertentu. Maka waspadalah.
Bagi kita (yang hobby memforward), sebaiknya lebih selektif dalam memilih content yang disebar. Kalau tidak begitu jelas asal usulnya lebih baik hentikan. Bagi kita mungkin itu hanya sebatas hiburan, tetapi bagi orang lain bisa jadi hal tersebut serius.
Sumber foto dan info : https://www.cloudcomputing.id/pengetahuan-dasar/apa-itu-deepfake-bahaya#:~:text=Deepfake%20merupakan%20sebuah%20teknologi%20yang,diganti%20dengan%20wajah%20orang%20lain.