Perjalanan Panjang Menuju Puncak
- Jan 17, 2026
- Abdul Karim
- Info Umum
Mentaos-Tangguh (17/1/26) Kelurahan Mentaos Kecamatan Banjarbaru Utara Kota Banjarbaru membuktikan dirinya bukan kelurahan kaleng-kaleng. Minggu ini jagat Banjarbaru dihebohkan oleh kejutan Mentaos yang dinobatkan sebagai salah satu dari 3 Kelurahan Terbaik Tingkat Nasional untuk Regional III (Kalimantan - Sulawesi). Adalah Lurah Ciptadi Sunaryo, SE yang telah diminta naik panggung dalam upacara Hari Desa untuk menerima piagam penghargaan Menteri Dalam Negeri yang diserahkan oleh Wakil Menteri Desa (15/1/26) di Boyolali Jawa Tengah.
Prestasi yang membanggakan ini tidak lahir tiba-tiba. Prestasi ini adalah hasil dari kerja Kelurahan Mentaos dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya sebagai garda depan layanan publik pemerintahan. Dengan sederat inovasi dan berbagai capaian yang berada di atas standar menghantarkan Mentaos ke puncak prestasi yang diidamkan oleh setiap Kelurahan.
Tidak kurang dari 20-an Inovasi yang diimplementasikan di Kelurahan Mentaos mulai dari bidang layanan dasar pemerintahan, layanan informasi umum secara digital, inovasi bidang pangan, kesehatan, perlindungan anak, keamanan lingkungan, bantuan hukum, gotong royong, bantuan sosial, pengembangan budaya, pariwisata, dan lain sebagainya. Mendapati kenyataan tersebut cukup beralasan bagi Pemerintah Pusat menetapkan Kelurahan Mentaos sebagai percontohan kelurahan yang bebas dan maladministrasi. Di samping itu, Mentaos ditetapkan juga sebagai Kelurahan Zona Integritas.
Christine, salah satu warga Mentaos menyampaikan kepada Jurnalis KIM Tangguh tentang kenyamanan dan kemudahan layanan berbasis digital yang diimplementasikan Kelurahan Mentaos. "Saya tidak perlu bolak balik ke Kelurahan, cukup masuk ke aplikasi Mentaospidea yang QRCODEnya tersedia di pagar rumah Ketua RT, saya sudah mendapatkan seluruh informasi yang dibutuhkan dan dapat mengunduh formulir yang diperlukan. Cukup sekali datang ke Kelurahan Mentaos saya sudah mendapat layanan yang saya perlukan" ujar Christine. Salah satu contoh hasil inovasi Kelurahan Mentaos.
Prolog
Bermula dari peristiwa datangnya rombongan pejabat Pemerintah Kota selaku juri Lomba Kelurahan tingkat Kota Banjarbaru pada tanggal 20 Maret 2025 ke Kantor Kelurahan Mentaos untuk melihat Mentaos dari dekat. Lurah dan segenap unsur masyarakat yang diwakili para Ketua RT/RW, Ketua LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Ketua TP PKK Kelurahan menyambut kedatangan juri dengan riang gembira dan penuh percaya diri. Juri seperti terkesima menyaksikan inovasi Mentaos. Puja-puji bertaburan di aula Kelurahan. Kekaguman juri itu ternyata bukan basa-basi. Mereka memilih Mentaos sebagai Kelurahan Terbaik tingkat Kota Banjarbaru.
Verifikasi Kesiapan oleh Juri Propinsi
Pasca penetapan sebagai Kelurahan Terbaik Kota Banjarbaru, selama 3 bulan berikutnya kelurahan Mentaos terus menjalankan tupoksinya dengan berbagai inovasi secara konsisten. Tiba giliran juri Propinsi Kalsel yang mendatangi Mentoas. Tanggal 12 Juni 2025 Lurah Mentaos, Ketua TP PKK Mentaos dan Ketua LPM diminta presentasi di depan juri mengenai Kelurahan Mentaos. Tanya jawab dengan juri berjalan lancar dan mudah. Semua dapat dijawab karena mereka bertiga itu hanya menjelaskan apa yang sudah dilakukan di Mentaos. Di forum verifikasi inipun, yang ada hanya beberapa masukan dari juri, selebihnya pujian dan harapan agar Mentaos tembus ke tingkat nasional. BERITA TERKAIT
Guna lebih meyakinkan paparan Kelurahan Mentaos di forum verifikasi tersebut, tim Juri dipimpin Wahyu mengunjungi Mentaos langsung ke lapangan. Kunjungan ini diterima Pj Sekda Kota Banjarbaru Sirajoni dalam satu acara penyambutan di Kantor Kelurahan. Tim Juri dibagi dalam 2 grup. Grup 1 mengunjungi beberapa RT/RW untuk menyaksikan inovasi Sarumbai (satu rumah satu pohon cabai) dan inovasi Sarekat. (satu RW satu kebung ketahanan pangan). Sedangkan Grup 2 fokus memeriksa dokumen dan berkas-berkas kebijakan Lurah Mentaos, termasuk memastikan aplikasi inovatif Mentaospidea dan Sembakopidea. BERITA TERKAIT
Kamis 14 Agustus 2025, pada puncak Peringatan Hari Jadi Kalsel ke 75, Gubernur Kalsel H. Muhidin menyerahkan piagam penghargaan kepada Lurah Mentaos Ciptadi Sunaryo, SE atas prestasi sebagai Kelurahan Terbaik Kalsel 2025. Capaian ini semakin mendekatkan Mentaos ke puncak gengsi tertinggi. BERITA TERKAIT
Tidak terlalu banyak yang harus dilakukan kelurahan setelah dinobatkan sebagai kampiun kelurahan Propinsi Kalsel. Inovasi-inovasi yang sudah dijalankan tetap berjalan sebagaimana biasa, bahkan ada peningkatan di bidang digitalisasi pelayanan dalam bentuk Layanan berbasis WA. Inovasi ini melengkapi layanan Mentaospidea. Warga yang butuh layanan administrasi kelurahan cukup mengirimkan aplikasi formulir melalui WA. Setelah Surat Keterangan yang dibutuhkan selesai maka petugas kelurahan mengirimkan info melalui WA kepada warga agar mengambil surat dimaksud di kelurahan. Dengan demikian warga tidak perlu menunggu di ruang tunggu. Datang - ambil - pulang. Bahkan layanan ini dapat dikembangkan lagi menjadi drive thru (jika diperlukan)
Verifikasi Nasional
Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2025 tim Juri Lomba Desa/Kelurahan 2025 Nasional memverifikasi Kelurahan Mentaos melalui zoom meeting. Segenap pejabat terkait Kelurahan Mentaos, Kecamatan Banjarbaru Utara, Kota Banjarbaru dan Pemerintah Propinsi Kalsel hadir di aula Kominfo Kota Banjarbaru. Empat orang Juri Nasional menanyai Lurah Mentaos secara bergantian. Materi pertanyaan tidak terbatas pada standar kriteria penilaian sebelumnya. Bahkan mengenai Koperasi Merah Putih, dan jumlah nasabah Bank Sampah sempat ditanyakan. MENTAOS MASUK BIG FIVE
Acara "interogasi" Kelurahan oleh Tim Juri Nasional berjalan lancar, tinggal menunggu hasil. Pesaing Mentaos adalah 5 Kelurahan yang berada di Regional III (Kalimantan dan Sulawesi). Sementara itu, Kelurahan Mentaos kembali ke rutinitas berinovasi tiada henti.
Atmosfer Cerah
Secara bersamaan, kelurahan Mentaos menghadapi kesibukan-kesibukan lain. Ditetapkan sebagai Kelurahan pertama di Indonesia yang bebas dari Maladministrasi oleh ombudsman sekaligus ditetapkan pula sebagai Kelurahan Zona Integritas membuat Mentaos lebih menyala. Sebelumnya lembaga survey menyatakan Kelurahan Mentaos adalah kelurahan paling tahan pangan seperti memberikan legitimasi atas capaian Aiptu Karyanto sebagai Bhabinkamtibmas penerima Hoegeng Award Tingkat Nasional dimana salah satu inovasi pak Polisi ini adalah inovasi kolam ikan dan padi apung di Mentaos, terkait dengan ketahanan pangan.
Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh Kelurahan Mentaos ikut meramaikan inovasi. Terpilihnya KIM Tangguh Mentaos sebagai KIM Terbaik Propinsi Kalsel dan KIM Terinovatif Indonesia 2025 menambah konfidensial Mentaos sebagai jawara. Bocor alus yang merembes ke publik bahwa Kelurahan Mentaos berhasil masuk 2 (dua) besar Nasional (Reg III) ditanggapi dengan santai dan tetap humble. "Kita pasrah saja, yang penting tetap semangat untuk terus bekerja", kata Pak Lurah Ciptadi Sunaryo, SE kepada Jurnalis KIM. "Lupakan gelar juara, saat ini kita sibuk dengan berbagai urusan, ada bencana banjir, ada lomba Germas, ada studi tiru dari berbagai kelurahan lain ke Mantaos". lanjutnya
Boyolali Menjawab
Hari Desa Na
sional diperingati tanggal 15 Januari 2026, dipusatkan di Boyolali - Jawa Tengah. Lurah Mentaos dan beberapa pejabat kota Banjarbaru diundang pada acara tersebut. Dan pertanyaan itu terjawab tuntas. Sebagaimana diwartakan oleh Media Center Banjarbaru di LINK INI. Kelurahan Mentaos tiba di puncak prestasinya sebagai Kelurahan Terbaik II Nasional (Regional III). Segenap warga Kalsel, Kota Banjarbaru, wabil khusus rakyat Kelurahan Mentaos Banjarbaru bersuka cita mendengar kabar ini. ALHAMDULILLAH, inovasi dan kiprah Kelurahan Mentaos mendapat rekognisi Nasional.
Epilog
Di balik setiap prestasi, ada tangan dingin yang bekerja tanpa pamrih. Tangan dingin itu ada pada sosok yang bernama Ciptadi Sunaryo, SE. MM. Sarjana Ekonomi dan Magister Management Universitas Lambung Mangkurat. Mempunyai 2 orang anak dari istri yang bernama Zahratunisa, S.Pd. Leadership yang dikembangkan Ciptadi Sunaryo membuat warga Mentaos bersemangat, empatik dan mendapat uswah. Lurah hadir di setiap momen penting warganya. ada duka cita meniggal dunia, ada undangan majlis taklim, ada perkawinan, aqiqahan, ada korban banjir, ada lansia sakit dan lain sebagainya. Lurah memanggul sendiri karung beras untuk warga Kapung Iwak yang kebanjiran, itu orisinil, bukan pencitraan sama sekali. Suatu ketika, Jurnalis KIM memergoki lurah naik motor membawa konsumsi untuk petugas posko Guru Sekumpul beberapa waktu lalu. Bahkan pada suatu waktu yang lain, Lurah terlihat ikut memunguti sampah selesai acara di Kelurahan. Lurah Mentoas ini seperti tidak kenal lelah. Beruntung mendapat pasangan hidup yang sangat memahami tugas sang suami.
Dengan staf kelurahan dan para ketua lembaga kemasyarakatan di kelurahan terjalin komunikasi yang sangat baik. Keterbukaan, saling percaya, saling menghargai dan menghormati terimplementasi secara aktual. Lurah tak ragu minta maaf dan mengakui kesalahan apabila itu terjadi. Kritik tajam dan terbuka oleh Ketua RT di suatu forum rapat kepada Lurah direspon dan baik dan penuh kedewasaan.
Warga sangat berharap Lurah Mentaos yang cerdas dan berprestasi ini akan segera menerima konsekwensi karirnya di Pemerintahan. Namun ada pula sebagian yang punya keinginan agar Lurah yang tampan dan humoris ini tetap bersama mereka di Mentaos. "Sudah terlanjur enak", kata Atiek warga Kampung Iwak.
Jurnalis KIM Tangguh punya opini obyektif dalam melihat Mentaos. Banyak hal positif yang membuat Kelurahan ini beda. Pertama kehadiran Forum RT/RW dan Lembaga Kemasyarakatan lainnya seperti PKK, LPM, Karang Taruna, Babinsa dan Bhabinkamtibmas dan tokoh agama/tokoh masyarakat. Lembaga-lembaga ini sangat kolaboratif, kompak dan saling mengisi. Kedua, kehadiran Yayasan Mentaos Peduli yang dipimpin Soewondo yang hadir dengan segenap program sosial-nya. Keberadaan 6 Komunitas Wanita Tani (KWT), keberadaan 4 Posyandu yang salah satunya berstatus ILP (Integrasi Layanan Primer). Berbagai kelompok atau satuan tugas seperti Pos Bantuan Hukum, Pokja Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat, Satgas Germas, Tim Penanggulangan Bencana Palapa Rescue dan Masyarakat Peduli Bencana, dan Karang Taruna. Semua itu berjalan aktif yang kemudian dipublikasikan dengan baik oleh Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Tangguh yang berada dalam binaan Kominfo Kota dan Lurah Mentaos. Semua aktivitas dari berbagai elemen itu di-orkhestrasi dengan apik oleh figur lurah yang membuat semua unsur bergerak dan berirama secara harmonis sesuai partitur yang direncanakan. Itulah yang membuat Mentaos yak terhentikan (unstopable) menuju puncak.