Waspada, Penipu On Line masih gentayangan
- Dec 11, 2025
- Abdul Karim
- Literasi
Mentaos-Tangguh (11/12/25) Santer kabar di jagat media sosial mengenai penipuan modus baru, dimana penipu menempatkan nomor telepon yang mudah dicari di google sebagai Call Center sebuah maskapai penerbangan. Dari akun instagram @digitravel_id didapat kabar bertajuk "Setengah Milyar Raib Gara-gara Nomor CS Palsu di Google!!" Isinya : "Seorang wanita kehilangan Rp493 juta cuma gara-gara salah hubungi nomor customer service palsu yang muncul di Google saat mau reschedule tiket penerbangan. Pelajaran penting: selalu cek nomor CS langsung di situs atau aplikasi resmi — jangan asal klik dari hasil pencarian, ya DIGI Friends"
Para penipu di dunia maya seperti tidak pernah kehabisan akal untuk mengakali orang. Berbagai modus lama seperti info dapat undian, atau info anak kecelakaan, atau info anak ditangkap polisi sudah tidak zaman. Modus baru yang muncul adalah memasang jebakan di google sebagai call center maskapai penerbangan yang melayani pembelian atau perubahan jadwal penerbangan. Mereka yang kurang waspada akan dengan mudah tertipu. Bagaimana cara membedakan yang asli dan yang palsu dalam hal layanan berbasis internet atau telepon (phone call). Banyak tips yang ada di internet, kalau memerlukan tinggal cari saja dengan mengetik "cara mengenali situs resmi". Petunjuk cukup banyak, kenali lebih dalam agar tidak tertipu.
Untuk situs internet dengan domain co.id dipastikan itu situs resmi. Domain go.id sudah pasti itu milik pemerintah. Domain .org biasanya milik organisasi. Walau demikian domain .com juga banyak yang resmi. Cara lain memerika situs resmi adalah buka menu "contact us". Disana biasanya ada alamat dan nomor telepon biasa (telepon rumah). Cek juga alamat emailnya apabila menggunakan akhiran sesuai nama organisasinya itu pasti resmi, misalnya info@garuda-indonesia.co.id. Perusahaan besar pasti punya domain email tersendiri. Tetapi kalau yang mengaku perusahaan besar, misal Pertamina tetapi email resminya menggunakan @gmail.com sangat patut dicurigai itu penipu.
Memeriksa kebenaran sebuah situs dapat juga dengan cara klik ujung kiri alamat situs (lihat gambar). disitu ada gambar kunci klik disitu akan muncul informasi mengenai connetion, privacy, certificate, dan lain-lain yang menunjukan bahwa itu situs resmi.
Minggu lalu, Gt Mastur warga RT 03/RW 04 Kelurahan Mentaos Banjarbaru melapor ke Redaksi KIM bahwa dia ditelepon oleh seseorang yang memberitahukan adanya pendataan Identitas Kependudukan Digital (IKD). Penelepon mengaku dari Dinas Dukcapil Banjarbaru. KIM membantu telusuri ke dinas Dukcapil dan didapat info bahwa Dukcapil tidak punya program tersebut di bulan Desember ini. Pesan Helmi (petugas Dukcapil) yang dihubungi KIM Tangguh apabila ada seseorang yang mengaku pendataan dari Dukcapil melalui telepon jangan dipercaya.