Banjarbaru Deklarasi KILAU EMAS
- Apr 20, 2026
- Abdul Karim
- Lingkungan Hidup
Gubernur Muhidin : "jangan hanya sampai deklarasi"
Mentaos-Tangguh (20/4/26) Pemerintah Kota Banjarbaru kembali menegaskan komitmennya dalam mengatasi persoalan klasik perkotaan, sampah. Melalui deklarasi pengelolaan sampah dari sumber dengan tajuk KILAU EMAS (Kelola dan Pilah Sampah Untuk Banjarbaru Emas) yang digaungkan saat upacara hari jadi ke 27 Kota Banjarbaru hari ini di Lapangan Murjani Banjarbaru. Hadir menjadi saksi diucapkannya deklarasi beberapa pejabat tinggi negeri yaitu Menteri Lingkungan Hidup, Menteri UMKM, Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel, dan Walikota dan Wakil Walikota Banjarbaru. Salah satu butir deklarasi adalah setiap RW ditargetkan memiliki satu bank sampah. Sebuah langkah progresif yang patut diapresiasi. Namun dari pengalaman lapangan, deklarsai dan berbagai jargon sudah cukup sering diumumkan. Pertanyaan krusialnya bukan pada apa yang dideklarasikan, tetapi pada bagaimana mewujudkannya secara konsisten dan berkelanjutan.
Selama ini, sampah dipersepsikan sebagai “barang buangan”. Deklarasi ini mencoba membalik cara pandang atau paradigma menjadi “Sampah adalah sumber daya yang harus dikelola sejak dari rumah”
Artinya, keberhasilan program ini khususnya mewujudkan bank sampah sangat bergantung pada perilaku rumah tangga, kesadaran kolektif warga, dan konsistensi sistem di tingkat RW. Dalam pengamatan KIM Tangguh, mewujudkan satu bank sampah butuh banyak sumber daya, tidak cukup hanya tekad dan semangat. Butuh perubahan pola fikir kolektif, butuh alokasi sumberdaya dana yang nyata dan butuh kompetensi lapangan. Tanpa itu semua, bank sampah hanya akan menjadi simbol, bukan solusi.
Kemungkinan-kemungkinan itu sudah ditengarai oleh Gubernur Kalsel Haji Muhidin dalam sambutannya pada HUT Banjarbaru terkait deklarasi Kilau Emas. Gubernur Kalsel tidak hanya mengapresiasi deklarasi tetapi juga mengingatkan agar “jangan hanya deklarasi, tetapi harus ada SK-nya (SK Pengurus Bank Sampah_Red) di setiap RW.
Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P. menyatakan bangga dan bahagia adanya komitmen Kota Banjarbaru dalam mengelolaan masalah lingkungan hidup, dalam hal ini persampahan. Aksi nyata Kementerian Lingkungan Hidup yang ditunjukan dalam momen upacara HUT Kota Banjarbaru adalah pemberian bantuan sarana persampahan antara lain berupa 1000 unit komposter pipa Losida, 100 buah drum droped point dan 1000 buah ember sampah oranik.
Kita tunggu dan pantau aksi-aksi lanjutannya.

Keterangan : Deklarator KILAU EMAS (baju cokelat) Camat Banjarbaru Utara Taufik Purwanto bersama beberapa Ketua RT Mentaos (foto koleksi : Subandi)