Demo Losida di Jl. Gotong Royong

  • Jun 25, 2026
  • Abdul Karim
  • Lingkungan Hidup

Mentaos-Tangguh (25/6/26) Ibu-ibu RT 02/RW VI Jl. Gotong Royong Mentaos selangkah lebih maju karena sudah sampai pada tahap demo Losida yang dilaksanakan 23 Juni 2026 lalu dikoordinir oleh Ketua RT Tri Kurniawan.  Biasanya yang didemokan kepada ibu-ibu adalah skill masak memasak menggunakan alat memasak keluaran baru, tapi kali ini justru mengembangkan skill untuk mengelola sisa makanan hasil masak memasak tersebut. Tujuannya agar makanan yang tersisa tidak dibuang ke tempat sampah melainkan dimasukan ke dalam komposter LOSIDA guna menghasilkan pupuk kompos.

LOSIDA  adalah sarana untuk menampung sampah organik yang dihasilkan oleh rumah tangga setiap hari. Losida terbuat dari pipa paralon panjang sekita 100 cm yang diberi lobang kecil-kecil, kemudian ditaman ke tanah. Selain mudah dibuat dengan biaya yang relatif murah, sistem ini tidak memerlukan lahan yang luas, tidak menimbulkan bau apabila digunakan dengan benar, serta mampu mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Kompos yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman pekarangan, sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus lingkungan.

Program ini sejalan dengan gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang telah dikembangkan di Kelurahan Mentaos melalui inovasi MESRA (Memilah Sampah dari Sumbernya). Dalam program tersebut, warga didorong untuk memilah sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, sementara pemerintah kelurahan bersama mitra lingkungan menyediakan berbagai sarana pendukung, termasuk komposter model LOSIDA. Targetnya adalah mengurangi timbulan sampah yang dikirim ke TPA secara signifikan melalui partisipasi aktif masyarakat.

Antusiasme warga RT 02 RW VI menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami bahwa pengelolaan sampah bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama. Perubahan perilaku dari tingkat rumah tangga menjadi kunci utama menuju lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Melalui sosialisasi ini diharapkan semakin banyak keluarga yang menerapkan komposter LOSIDA di halaman rumah masing-masing. Bila setiap rumah mampu mengolah sampah organiknya sendiri, maka beban pengangkutan sampah akan berkurang, kualitas lingkungan meningkat, dan budaya hidup ramah lingkungan akan tumbuh menjadi kebiasaan masyarakat.

Inovasi MESRA yang diimplementasikan di Mentaos merupakan derivat dari gerakan KILAU EMAS Banjarbaru yang dicanangkan Walikota Banjarbaru April tahun ini.

Keterangan Foto : Ibu ibu peserta sosialisasi penggunaan Losida.