Setan suka dengan orang marah

  • Jun 19, 2026
  • Abdul Karim
  • Dakwah

Orang yang marah adalah salah satu sasaran empuk godaan setan, karena ketika marah akal sehat melemah dan emosi mengambil alih. Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya marah itu berasal dari setan, dan setan diciptakan dari api. Sedangkan api dipadamkan dengan air. Maka apabila salah seorang di antara kalian marah, hendaklah ia berwudhu." (HR. Abu Dawud)

Marah begitu berbahaya, karena saat marah seseorang dapat mengucapkan kata-kata yang disesali seumur hidup. Memutus silaturahmi yang telah terjalin bertahun-tahun. Mengambil keputusan yang keliru. Melakukan tindakan yang melanggar hukum. Kehilangan objektivitas dan keadilan.

Iblis tidak selalu menggoda manusia agar melakukan dosa besar. Kadang cukup membuat seseorang marah, lalu dari kemarahan itu lahir kebencian, fitnah,  permusuhan, dendam, bahkan kekerasan.

Dalam Al-Qur'an, Allah memuji orang-orang yang mampu mengendalikan amarah: "(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan hartanya di waktu lapang maupun sempit, orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan." (QS. Ali Imran: 134)

Sering kali yang kuat bukanlah orang yang mampu mengalahkan lawannya, tetapi orang yang mampu mengalahkan dirinya sendiri saat marah. Rasulullah SAW bersabda: "Orang yang kuat bukanlah yang menang bergulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan dirinya ketika marah." (HR. Bukhari dan Muslim)

Maka ketika amarah datang, ingatlah bahwa mungkin saat itu setan sedang berusaha mempermainkan kita. Diamlah sejenak, beristighfar, berwudhu, dan tunda ucapan maupun keputusan sampai hati kembali tenang. Sebab satu menit kemarahan bisa merusak hubungan yang dibangun selama bertahun-tahun.

Demikian intisari tausiah Ustadz KH Shihabuddin, Lc Langgar Al Munawarah RT 02/04 Kompleks Palapa Mentaos Banjarbaru Senin 15 Juni 2026

Keterangan Foto : KH Sihabuddin, Lc