Kampung Iwak, Masihkah baiwak?

  • Mar 22, 2025
  • Abdul Karim
  • Urban Farming

Mentaos-tangguh (21/2/25).  Kampung Iwak dikembangkan untuk menjadi icon Kelurahan Mentaos karena berpotensi tumbuh jadi pusat ekonomi kerakyatan berbasis pertanian di Mentaos. Program-program yang dijalankan untuk memaksimalkan potensi Kampung Iwak sudah cukup berhasil. Di Kawasan ini muncul usaha kolam ikan untuk pembibitan ikan, pembesaran, sampai dengan pengolahan menjadi produk siap konsumsi. Di samping itu, penduduk Kampung Iwak sukses memanfaatkan lahan subur mereka untuk menanam berbagai jenis sayuran. Keterbatasan luas lahan diatasi dengan inovasi hidroponik maupun microgreens. Pekarangan penduduk tidak dibiarkan menjadi lahan ‘nganggur” melainkan diisi dengan tanaman obat keluarga (toga). Ekosistem ekonomi tercipta secara alamiah. Tumbuh usaha kuliner dan kolam pemancingan yang memancing kedatangan warga luar Kampung Iwak untuk berwisata.

Belakangan muncul kendala, terutama dalam bidang periwakan. Muhammad, Ketua RT setempat (RT01/03) mengungkapkan bahwa “harga pakan ikan naik cukup signifikan sehingga menyulitkan pengembang”.  Mereka terpaksa fokus ke pembibitan. Usaha pembesaran dan penjualan ikan cenderung menurun. Jadi Kampung Iwak tadinya dapat menjual ikan, saat ini lebih banyak menjual bibitnya saja. Akankah icon Kampung Iwak akan memudar?…

Tentu kita semua tidak menghendaki hal itu terjadi.

 

Ket Foto : Juri Lomba Kelurahan memberikan feed back mengenai Kampung Iwak