Pelakukan Sampah Pada Tempatnya

  • Apr 05, 2026
  • Abdul Karim
  • Lingkungan Hidup

Mentaos-Tangguh (5/4/26) Sampah sering dipandang sebagai sisa tak berguna, sesuatu yang harus dibuang sejauh mungkin dari kehidupan manusia. Namun, dalam perspektif yang lebih mendalam, sampah bukan sekadar residu material, melainkan cerminan cara berpikir, pola konsumsi, bahkan peradaban manusia itu sendiri. Cara suatu masyarakat memperlakukan sampah sesungguhnya menunjukkan kualitas budaya dan tingkat kesadarannya terhadap lingkungan. Lihatlah sungai-sungai, lihatlah selokan, lihat got-got. Itulah refleksi kultur manusia. Sungai Durian yang membentang di punggung Mentaos salah satu contoh. Ketika para RT dan warga sekitar begotong royong menyingkirkan sampah di sebagian Sungai Durian terdapatlah beraneka benda yang salah tempat, mulai dari sepatu, daster, plastik, hingga rongsongan meja/kursi. Itulah kita.

Dalam filosofi ekologis, dikenal prinsip bahwa “tidak ada yang benar-benar menjadi sampah di alam.” Dalam sistem alam, semua yang dihasilkan akan kembali menjadi bagian dari siklus kehidupan. Daun gugur menjadi kompos, bangkai menjadi nutrisi tanah. Sampah akan hadir sebagai masalah ketika manusia memutus siklus alami tersebut melalui pola produksi dan konsumsi yang tidak berkelanjutan. Di negara maju yang menguasai teknologi, berbagai mesin sudah banyak ditemukan mulai dari yang sederhana hingga yang canggih guna menjaga keberlanjutan siklus ekologi. Di sana, sampah sudah diredifinisi, bukan lagi sebagai sisa yang harus dibuang, tetapi bagian yang berkelanjutan dengan konsep 3R (reduce, reuse, recycle) 

Sampah sejatinya bukan masalah benda, melainkan masalah perilaku. Ia adalah konsekuensi dari budaya instan, konsumtif, dan kurangnya kesadaran terhadap keberlanjutan. Dalam perspektif hukum dan tata kelola, pengelolaan sampah merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Pemerintah sebagai pemegang otoritas kebijakan publik berwenang dan punya sumber daya untuk menciptakan suatu sistem tata kelola yang komprehensif. 

Minggu ini, Walikota Banjarbaru beserta puluhan pejabat di Kota Idaman ini "menggeruduk" Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia untuk meminta arahan langsung bagaimana mengelola sampah yang baik.  KLIK BERITANYA DISINI Hal tersebut  menunjukan betapa seriusnya masalah sampah yang dihadapi Banjarbaru dan betapa seriusnya Pemerintah Kota dalam mencari solusi.  Masyarakat kota Banjarbaru menunggu program apa yang akan diterapkan selanjutnya setelah mendapat arahan dari petinggi nomor 1 Indonesia di bidang Lingkungan Hidup.