Pesan Camat Banjarbaru Utara : Siaga Hadapi Kemarau

  • Apr 01, 2026
  • Abdul Karim
  • Lingkungan Hidup

 

Mentaos-Tangguh (1/4/26) Memasuki awal April 2026, masyarakat dihadapkan pada kondisi cuaca yang cenderung semakin panas, dengan intensitas hujan yang terus menurun. Perubahan ini bukan sekadar fenomena alam biasa, tetapi juga membawa potensi meningkatnya berbagai penyakit musiman yang perlu diwaspadai sejak dini. Camat Banjarbaru Utara Taufik Firmanto dalam acara Silaturahmi dan Harmonisasi di Kecamatan Banjarbaru Senin minggu ini (30/3/26) secara khusus mengingatkan masalah kemarau yang segera tiba dan diduga kuat akan berlangsung lama.

Menyikapi kondisi tersebut, diperlukan sinergi yang kuat antara masyarakat dan pemerintah untuk meminimalkan dampak negatif yang mungkin timbul. Berbagai penyakit seperti demam berdarah (DBD), ISPA, kolera, dan penyakit lainnya berpotensi meningkat seiring perubahan cuaca. Oleh karena itu, kesiapan sektor kesehatan menjadi sangat penting, mulai dari tenaga kesehatan di tingkat paling bawah hingga pengambil kebijakan di tingkat atas. Peran aktif dalam penyuluhan, pencegahan, hingga penanganan kasus harus dilakukan secara terkoordinasi dan berkelanjutan.

Selain sektor kesehatan, perhatian juga harus diarahkan pada sektor pertanian yang memiliki kaitan erat dengan ketahanan pangan. Musim kemarau yang lebih panjang dan kering berpotensi mengganggu produktivitas pertanian. Oleh karena itu, pemerintah dan para petani perlu meningkatkan koordinasi dalam menghadapi perubahan iklim ini, termasuk dalam pemilihan varietas benih yang sesuai serta strategi tanam yang adaptif.

Pendampingan dari pemerintah menjadi kunci penting agar para petani mampu melewati masa kemarau dengan baik. Sistem irigasi yang ada perlu dipastikan berfungsi optimal, sementara bantuan seperti pompa air harus benar-benar dimanfaatkan secara maksimal guna menjaga keberlanjutan produksi pertanian.

Di sisi lain, ancaman kebakaran hutan dan lahan, khususnya di Kalimantan Selatan, kembali menjadi perhatian serius. Permasalahan ini merupakan isu tahunan yang terus membayangi Banua kita tercinta. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat menjadi faktor utama dalam pencegahan. Tidak membakar lahan secara sembarangan, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran merupakan langkah sederhana namun sangat krusial.

Perlu disadari, dalam kondisi tertentu, kebakaran hutan dapat terjadi bahkan tanpa unsur kesengajaan. Apalagi jika dipicu oleh tindakan yang tidak bertanggung jawab, maka risiko yang ditimbulkan akan semakin besar. Pada akhirnya, keberhasilan dalam menghadapi musim kemarau yang ekstrem sangat bergantung pada kesadaran dan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Tanpa kolaborasi yang kuat, tantangan ini akan sulit dihadapi. Namun dengan kebersamaan, kita dapat menjaga kesehatan, ketahanan pangan, serta kelestarian lingkungan demi keberlangsungan hidup yang lebih baik. (Elis-K)

Keterangan Gambar : dari kiri Kadis Lingkungan Hidup Kota Banjarbaru, Kapolsek Banjarbaru Utara, Camat Banjarbaru Utara, Kepala KUA Kecamatan Banjarbaru Utara