Promosi : Layanan Pijat Tunanetra

  • Apr 06, 2026
  • Abdul Karim
  • Kesehatan

Mentaos-Tangguh (6/4/26) Di tengah kesibukan aktivitas warga, hadir sebuah layanan sederhana namun penuh makna di Kantor Lurah Mentaos. Layanan pijat yang dikelola oleh penyandang disabilitas netra kini menjadi salah satu bentuk pelayanan sosial yang tidak hanya memberi manfaat kesehatan, tetapi juga menghadirkan nilai kemanusiaan dan kemandirian.

Salah satu sosok yang terlibat adalah Sigit Kurniawan, seorang tunanetra yang memiliki keterampilan pijat yang mumpuni. Bersama satu rekan sesama penyandang disabilitas netra. Jam layanan setiap hari kerja Senin - Kamis, jam 10.00 sampai jam 16.30 dengan penuh dedikasi. Apabila pasiennya semakin banyak jumlah terafist (pemijat) dapat ditambah.

Lurah Mentaos memberikan dukungan nyata dengan memfasilitasi tempat dan ruangan khusus di kantor kelurahan. Langkah ini bukan sekadar menyediakan ruang fisik, tetapi juga membuka ruang kesempatan, bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan mandiri.

Kehadiran layanan pijat ini memberikan kemudahan bagi masyarakat sekitar yang membutuhkan terapi relaksasi dan kesehatan. Warga tidak perlu jauh mencari layanan pijat, karena kini tersedia langsung di lingkungan kelurahan.

Lebih dari itu, layanan ini menjadi alternatif yang terjangkau sekaligus berkualitas. Sentuhan para terapis tunanetra yang terlatih justru dikenal memiliki sensitivitas tinggi, sehingga memberikan pengalaman pijat yang nyaman dan efektif.

Inisiatif ini menjadi contoh konkret bagaimana inklusi sosial dapat diwujudkan di tingkat kelurahan. Penyandang disabilitas tidak lagi dipandang sebagai objek bantuan, tetapi sebagai subjek yang produktif dan berdaya. Kehadiran Sigit Kurniawan dan rekannya juga menjadi inspirasi bahwa keterbatasan penglihatan tidak menghalangi seseorang untuk memiliki keterampilan dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Apa yang dilakukan oleh Lurah Mentaos patut diapresiasi sebagai bentuk keberpihakan terhadap pemberdayaan masyarakat, khususnya kelompok disabilitas. Namun, keberlanjutan program ini tentu membutuhkan dukungan dari masyarakat.

Dengan memanfaatkan layanan ini, warga tidak hanya mendapatkan manfaat kesehatan, tetapi juga ikut berkontribusi dalam mendukung kemandirian ekonomi para penyandang disabilitas. Layanan pijat tunanetra di Kantor Lurah Mentaos bukan sekadar fasilitas kesehatan, tetapi simbol dari semangat inklusi, empati, dan gotong royong.

Menurut Sigit Kurniawan, tempat pijat di Kantor Kelurahan Mentaos ini adalah pengembangan dari klinik yang sudah beroperasi sejak 2010 di Jl. Gotong Royong, masih dalam Kelurahan Mentaos.

Ke depan, Yayasan Kesejahteraan Tuna Netra Banjarbaru akan terus mengembangkan layanan pijat ini agar dapat menyerap lebih banyak tenaga kerja para penyandang disabilitas netra. Sebagian besar tunanetra di bawah naungan YKTN punya skill memijat, namun karena keterbatasan sarana mereka tidak dapat menyalurkan keahlian memijat tersebut.  Jadi fasilitas oleh Lurah Mentaos adalah suatu terobosan yang sangat baik.

Foto : Sigit Kurniawan, Pemijat sedang menjalankan tugas

Info lebih lanjut layanan pijat tuna netra ini dapat hubungi : +62 851-2404-8649